KEBUMEN,(Banyumas Pos)-PDI Perjuangan Kabupaten Kebumen menggelar Musyawarah Anak Cabang (MUSANCAB) serentak pada Kamis (21/5/2026) di Gedung Jatijajar Hotel Candisari Karanganyar, Kebumen. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 1.700 peserta dari seluruh struktur partai se-Kabupaten Kebumen.
MUSANCAB ini menjadi agenda penting partai dalam rangka pertanggungjawaban kepengurusan PAC sebelumnya, sekaligus pembentukan dan pelantikan pengurus PAC baru di 26 kecamatan. Tidak hanya pengurus tingkat kecamatan, kegiatan ini juga dihadiri ketua, sekretaris, dan bendahara ranting dari 460 desa dan kelurahan di Kabupaten Kebumen.
Karena tingginya antusiasme kader dan keterbatasan kapasitas ruangan, pelaksanaan MUSANCAB dibagi menjadi dua sesi.
Semangat para kader yang hadir terlihat begitu kuat dan solid sepanjang kegiatan berlangsung.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan YME DPD PDIP Jawa Tengah, Juli Krisdianto, Wakil DPD PDIP Jawa Tengah Taufik Nurhidayat, Anggota DPRD Jawa Tengah Fraksi PDIP Muhammad Ikhwan, Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi, Sekretaris DPC Fitria Handini, Bendahara DPC Toyib Khaerudin, jajaran fungsionaris DPC, pengurus PAC, hingga kader ranting se-Kabupaten Kebumen.
Dalam sambutannya, Ketua DPC PDIP Kebumen Saiful Hadi menegaskan bahwa seluruh kader harus tetap tegak lurus terhadap partai dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Dimanapun posisi kita, kita akan selalu tegak lurus kepada Ibu Megawati dan partai. Menjadi pengurus bukan sekadar jabatan, tetapi bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan tulus dan ikhlas,” ujarnya.
Saiful Hadi juga menekankan bahwa partai tidak boleh hanya berpikir soal pemilu dan pencalonan legislatif. Menurutnya, kader harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan rakyat.
“Partai harus berpikir bagaimana kondisi masyarakat di masing-masing kecamatan, apa yang paling mendesak dibutuhkan masyarakat, dan apa yang bisa dilakukan partai untuk membantu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun berada di luar pemerintahan, PDIP tetap memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat, mulai dari penanganan bencana, kemiskinan, stunting, hingga persoalan ekonomi warga.
Sementara itu, pengurus DPD PDIP Jawa Tengah Taufik Nurhidayat dalam arahannya mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dan kerukunan di internal partai.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar dan harus diselesaikan melalui musyawarah.
“Tidak ada orang yang paling hebat dan paling pintar dalam partai. Ketua PAC bukan kepala PAC. Kerja partai adalah kerja kolektif kolegial,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan filosofi Jawa yang menjadi pegangan dalam membangun kebersamaan kader PDIP.
“Aja rumangsa bisa, nanging sing bisa rumangsa. Aja rumangsa pinter, nanging sing pinter rumangsa,” ujarnya,
yang berarti jangan merasa paling bisa atau paling pintar, tetapi harus memiliki rasa empati dan kesadaran diri.
Dalam kesempatan itu, Taufik Nurhidayat mengajak seluruh kader untuk menjaga disiplin organisasi, menghindari konflik di media sosial, serta terus memperkuat gotong royong dan kekompakan partai demi kepentingan masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat pemilihan posisi struktural PAC PDIP di 26 kecamatan serta pelantikan pengurus baru. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan selesai pada pukul 16.15 WIB.
Melalui MUSANCAB serentak ini, DPC PDIP Kebumen berharap seluruh struktur partai semakin solid, responsif terhadap persoalan masyarakat, dan mampu menjadi kekuatan politik yang terus hadir untuk rakyat.(Lia)
Posting Komentar