KEBUMEN,(Banyumas Pos)– Turnamen catur yang digelar oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kebumen kembali sukses menjadi ajang pembinaan dan pencarian bibit atlet muda. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Umum Saiful Hadi Ketua DPC PDI,Ketua Panitia Toyib Khoerudin,serta diikuti peserta dari berbagai daerah, baik kategori senior maupun yunior.Petanahan 26/4/2026
Turnamen ini menghadirkan dua kategori pertandingan, yakni kategori senior usia 40 tahun ke atas untuk peserta lokal dan kategori yunior usia 16 tahun (open) dari luar daerah. Untuk kategori senior dimainkan sebanyak 6 babak, sementara kategori yunior berlangsung dalam 5 babak pertandingan.
Pada kategori yunior, Runa Yulistira dari SDN Bandung, Purworejo, berhasil meraih juara pertama. Posisi juara berikutnya diraih oleh Pranaja dari SD IT Al Furqon Ambal, serta Robyn dari SDN Kutowinangun, Kebumen. Para pemenang mendapatkan uang pembinaan dari panitia sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka dan Kategori Senior dijuarai oleh Udin parfum kebumen juara 1,Mansyur kebumen juara 2,dan Sigit kebumen juara 3.
Ketua Percasi Kebumen dalam sambutannya menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari upaya regenerasi atlet catur di daerah. Ia juga mengungkapkan bahwa kepengurusan tingkat provinsi telah selesai melaksanakan musyawarah dan menetapkan kepengurusan baru, sehingga ke depan diharapkan ada sinergi dalam pembinaan atlet.
“Turnamen ini menjadi bukti bahwa anak-anak muda mulai aktif dan siap menjadi generasi penerus. Harapannya, dari Kebumen akan lahir atlet catur berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Grandmaster Utut Adianto yang turut hadir memberikan motivasi kepada peserta menekankan pentingnya proses panjang dalam meraih prestasi. Ia menyebutkan bahwa untuk menjadi Grandmaster bukanlah hal mudah karena peluangnya sangat kecil, namun catur mampu melatih kecerdasan dan kemampuan berpikir sistematis.
“Keberhasilan tidak bisa instan. Perlu latihan, pengalaman bertanding, dan evaluasi dari pelatih. Catur ini dunia yang nyata, tidak bisa direkayasa seperti pencitraan,” ungkapnya.
Ia juga berharap dari turnamen tersebut akan muncul atlet potensial yang bisa dibawa ke tingkat nasional. Bahkan, panitia menyiapkan peluang wildcard bagi juara untuk mengikuti kejuaraan nasional mendatang.
Turnamen yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk aspirasi masyarakat melalui tokoh setempat. Antusiasme peserta, khususnya anak-anak, terlihat tinggi, bahkan banyak yang mengidolakan Utut Adianto dan meminta tanda tangan sebagai bentuk inspirasi.
Ke depan, Percasi Kebumen berencana memperluas penyelenggaraan turnamen di berbagai wilayah, baik di bagian barat maupun timur, guna meningkatkan frekuensi kompetisi dan memperkuat pembinaan atlet catur sejak usia dini.(Lia)
Posting Komentar