Tuntut Perbaikan Ekonomi & Temui "Biyunge", Mahasiswa PMII-GMNI Kebumen Aksi di Pendopo hingga DPRD




KEBUMEN,( Banyumas Pos)– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kebumen menggelar aksi unjuk rasa di dua titik strategis, yakni Pendopo Kabumian (Rumah Dinas Bupati) dan Gedung DPRD Kabupaten Kebumen, pada Senin (15/6/2026).

Massa menuntut perbaikan kondisi ekonomi nasional maupun daerah, serta mendesak pertemuan langsung dengan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang kerap disapa “Biyunge” oleh masyarakat.

Tuntutan Tiga Poin Utama
Dalam orasinya di depan Pendopo Kabumian, perwakilan demonstran menyampaikan tiga tuntutan utama:

Evaluasi terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum tepat sasaran.

Penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang memberatkan rakyat kecil.

Pertanyaan kritis mengenai data angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen yang cenderung meningkat, serta meminta solusi konkret dari pemerintah daerah.

“Sekarang jam kerja. Kami ingin bertemu ‘Biyunge’,” teriak seorang orator melalui pengeras suara, merujuk pada tagline kedekatan Bupati Lilis Nuryani dengan rakyatnya. Massa berorasi selama hampir satu jam dengan tertib, namun hingga batas waktu tertentu, Bupati Lilis Nuryani tidak terlihat hadir.

Wabup Sampaikan Ketidakhadiran Bupati
Akibat ketidakhadiran bupati, Wakil Bupati Kebumen, H. Zaeni Miftah, turun menemui perwakilan massa. Wabup menjelaskan bahwa Bupati Lilis Nuryani sedang berada di luar kota, tepatnya di Rembang, untuk menghadiri agenda dinas yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Awalnya, pihak Pemkab Kebumen melalui Sekretaris Daerah Edi Rianto dan sejumlah kepala dinas terkait berencana menerima aspirasi mahasiswa di ruang rapat pendopo. Namun, rencana tersebut dibatalkan karena massa bersikeras hanya mau berdialog langsung dengan Bupati Lilis Nuryani.

Aksi Berlanjut ke DPRD
Setelah tidak mendapatkan hasil di Pendopo, ratusan massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Kebumen. Di sana, mereka kembali menyuarakan tuntutan serupa terkait perbaikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Kondisi di pintu gerbang DPRD tampak tertutup, dan aparat kepolisian dari Polres Kebumen telah siaga mengamankan lokasi. Meskipun surat pemberitahuan penyampaian pendapat yang diajukan mahasiswa sebelumnya hanya mencantumkan lokasi di Pendopo Kabumian dengan estimasi 100 orang, Polres Kebumen tetap melakukan pengamanan preventif di DPRD untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban umum.

Hingga berita ini diturunkan, aksi berlangsung kondusif tanpa adanya benturan fisik antara aparat dan demonstran. Massa berharap tuntutan mereka dapat segera ditindaklanjuti oleh eksekutif dan legislatif daerah. (Lia)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama