Dari Warga, Oleh Warga, untuk Warga — Reses Agung Nur Wahid, S.H., M.H.




Kebumen,(Banyumas Pos)-Jumat, 30 Oktober 2026,Balai Desa Jatinegara— Agung Nur Wahid, S.H., M.H., Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Dapil III, menggelar kegiatan Reses: Penyerapan dan Penghimpunan Aspirasi Masyarakat di wilayah kerjanya, yang meliputi Kecamatan Karangsambung, Puring, dan Sruweng. Kegiatan ini berlangsung pada masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, masa jabatan 2024–2029.

 
Dalam pertemuan tersebut, Agung Nur Wahid menyampaikan bahwa reses menjadi momen penting untuk mendengarkan langsung harapan, keluhan, dan kebutuhan masyarakat di lapangan. "Hadir ke tengah-tengah warga adalah kewajiban saya. Apa yang disampaikan hari ini akan saya catat, saya perjuangkan, dan saya tindak lanjuti di dewan," ujarnya saat memberikan sambutan.
 

Salah satu warga yang hadir, Bambang, menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini belum tersampaikan. Bambang dengan tulus memperjuangkan aspirasi dan suara masyarakat yang selama ini belum tersampaikan.

 
Beberapa hal yang disampaikan antara lain perbaikan infrastruktur jalan, keterbukaan dan ketepatan penyaluran bantuan sosial, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta kendala administrasi dan data kependudukan di tingkat desa.Selain itu juga Lembaga-lembaga keagamaan
 

Salah satu masalah yang disoroti adalah kesalahan penginputan data penerima bantuan. Disebutkan adanya kasus di mana warga yang sebenarnya tidak berhak justru tercatat dalam daftar penerima, sementara warga yang membutuhkan tidak tertampung dengan benar. Kesalahan penulisan dan penginputan data seperti pada DASIL 10 menjadi sorotan, di mana terjadi kekeliruan penulisan sehingga nama yang seharusnya masuk tertulis salah atau tidak akurat. Hal ini menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran dan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.
 

Merespons hal tersebut, Agung menegaskan bahwa setiap usulan dan temuan di lapangan akan dipetakan dan ditindaklanjuti, termasuk meminta perbaikan dan verifikasi data secara menyeluruh agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. "Data yang akurat adalah dasar utama pelayanan yang baik. Kesalahan sekecil apa pun dalam penulisan dan penginputan data bisa merugikan warga yang membutuhkan. Ini akan kami dorong untuk segera diperbaiki," tegasnya.
 

Kegiatan reses ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan informasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga kebijakan yang diambil nantinya benar-benar berbasis kebutuhan nyata warga. (Lia)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama