KEBUMEN,(Banyumas Pos)–Rapat Dengar Pendapat Umum Panitia Khusus II yang dipimpin oleh Ketua Pansus II Restu Gunawan,dan Wakil Ketua Erni Widi Astuti,Pemerintah Kabupaten Kebumen menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan PT Luk Ulo Farma (Perseroda). Upaya ini dilakukan guna mendukung rencana bisnis perusahaan daerah tersebut pada periode 2026–2030 yang membutuhkan tambahan modal cukup besar untuk pengembangan usaha di sektor kesehatan.Senen 5/1/2025
Berdasarkan dokumen paparan perubahan modal dasar, saat ini PT Luk Ulo Farma memiliki modal dasar sebesar Rp6 miliar. Hingga tahun 2025, akumulasi modal yang telah disetor diproyeksikan mencapai Rp4.106.500.000.
Seiring rencana ekspansi usaha lima tahun ke depan, perusahaan diperkirakan membutuhkan tambahan modal sebesar Rp7,5 miliar. Kebutuhan tersebut direncanakan bertahap, yakni Rp2,5 miliar pada 2026, Rp1,5 miliar pada 2027, Rp1 miliar pada 2028, Rp1,5 miliar pada 2029, serta Rp1 miliar pada 2030.
Dengan tambahan tersebut, nilai modal disetor akan melampaui batas modal dasar yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kebumen berencana menaikkan modal dasar PT Luk Ulo Farma hingga maksimal Rp16.426.000.000.
Ketua Pansus II Restu Gunawan menjelaskan bahwa Penambahan modal diarahkan untuk mendukung sejumlah rencana pengembangan usaha, di antaranya pembangunan fasilitas kesehatan berupa Klinik Pratama maupun Klinik Utama, serta pengadaan lahan milik perusahaan atas nama PT Luk Ulo Farma, Imbuhnya.
Selain itu, perusahaan juga berencana mendirikan Pedagang Besar Farmasi (PBF) atau distributor farmasi guna memperkuat rantai pasok obat-obatan di wilayah Kebumen dan sekitarnya,pungkasnya.
Dari sisi kinerja keuangan, PT Luk Ulo Farma menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, perusahaan diproyeksikan membukukan laba bersih sebesar Rp479,6 juta dengan setoran dividen kepada daerah mencapai Rp263,7 jutaq,pungkasnya
Rencana penambahan modal tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kebumen. Dalam forum public hearing, sejumlah pihak turut diundang untuk memberikan masukan, termasuk perwakilan desa, BUMDes, dan BUMDesma,kata Restu.
Dalam pembahasan tersebut, muncul pula wacana pengembangan program Gerai Obat Rakyat (GREY) yang melibatkan desa dan BUMDes. Namun demikian, regulasi terkait gerai obat tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut, khususnya mengenai perizinan dan mekanisme operasional agar tidak bertentangan dengan aturan kefarmasian yang berlaku,Imbuhnya
“Karena ini BUMD milik pemerintah, harapannya PT Luk Ulo Farma benar-benar berjalan sehat dan tidak mudah tumbang. Secara pasar, peluangnya sangat terbuka,” disampaikan dalam forum tersebut, Katanya.
Sejumlah fasilitas kesehatan daerah seperti RSUD Prembun, RSUD dr. Soedirman, serta puskesmas juga menyatakan kesiapan mendukung, dengan catatan terkait kemudahan akses e-katalog, harga obat yang kompetitif, serta ketersediaan stok obat.Pungkasnya
Meski demikian, rencana penambahan modal belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Selain masih menunggu hasil pembahasan Pansus, kebijakan efisiensi anggaran pada tahun 2026 juga menjadi pertimbangan.
“Ini masih dirawatkan di Pansus. Kita menanyakan dulu tingkat optimisme pengelola. Kalau memang dinilai layak, tentu akan dikoordinasikan dengan Pansus dan Badan Anggaran,” ujar salah satu peserta rapat.
Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Kebumen menyatakan bahwa secara yuridis dan administratif, PT Luk Ulo Farma siap melakukan perubahan struktur permodalan.
Perubahan tersebut nantinya akan diikuti dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2020 serta pengambilan keputusan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
PT Luk Ulo Farma (Perseroda) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Kebumen yang bergerak di bidang kefarmasian, alat kesehatan, pelayanan klinik, serta pengembangan usaha lain di sektor kesehatan.(Lia)

Post a Comment