07/07/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Warga Dusun Jombok Gelar Tradisi Selamatan Apit -apit Dengan Prokes

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Indonesia memang beraneka ragam budaya tradisi dan bahasa pun berbeda-beda, tapi tetap bersatu sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda suku dan bahasa, tapi tetap satu tujuan, satu bangsa Indonesia.

Hal tersebut diperlihatkan warga masyarakat Dusun Dusun Jombok, Desa Petuguran Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara dengan serempak menggelar tradisi selamatan apit-apit, Rabu (7/7/2021).

Kepala Dusun Jombok, Sarmin mengatakan bahwa acara selamatan apit-apit ini sudah dilakukan oleh sesepuh terdahulu dan sudah turun temurun dilakukan oleh warga masyarakat di Desa Petuguran.

“Biasanya diadakan dengan meriah dan ada pengajian juga serta lomba reban dan lainnya, tapi untuk acara tradisi selamatan apit-apit tahun ini kami selenggarakan dengan cara sederhana mengingat dan menimbang masih dalam masa pendemi Covid-19,” jelasnya.

Sarmin menambahkan, acara ini digelar dengan menerapkan Prokes, semua warga yang datang dan mengikuti acara ini wajib memakai masker dan cuci tangan terlebih dahulu dan berjaga jarak satu sama lain. Pihaknya juga sudah menyiapkan air sabun dan tisu.

Dalam acara tersebut warga membawa makanan tradisional dari rumah masing-masing seperti nasi tiwul, nasi jagung, oyek dan lauk-pauk diantaranya ikan asin, ikan kali serta beraneka ragam masakan dari lalaban.

Sesepuh Dusun Jombok, Sudarno mengatakan, tujuan dari selamatan ini tiada lain untuk menunjukan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan kepada warga masyarakat Desa Petuguran.

“Maka sepatutnya kita bersyukur dengan cara selamatan apit-apit. Sebenarnya sama dengan selamatan ruwat bumi di bulan Sura atau awal Tahun Baru Islam,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman rumah warga.

“Biasanya kami melaksanakan di lapangan dan semua warga masyarakat hadir, namun sudah dua dua kali ini kami laksanakan dengan sederhana karena masih masa pandemi Covid-19,” tuturnya.

Dalam kegiatan diisi dengan berdoa meminta kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan untuk semua warga masyarakat, dimudahkan rezeki serta yang utama bisa selamat dunia dan akherat.

Sementara itu, Kepala Desa Petuguran, Ali Jamari mengatakan, selamatan apit-apit ini akan terus dilaksanakan dan ini merupakan budaya masyarakat Desa Petuguran yang sudah turun temurun dilakukan.

Dalam kesempatannya, ia memberikan himbauan kepada warga masyarakat agar selalu mentaati anjuran Pemerintah untuk selalu menjaga kesehatan dan tetap melalukan Prokes 3M dalam aktivitas sehari-hari.

Acara diakhiri doa bersama oleh kyai Ahmad Mafudin yang juga selaku sesepuh Dusun Jombok. Setelah melakukan doa bersama, warga masyarakat kemudian beramai-ramai makan bersama. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *