24/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Wabup Ajak PGRI Bersama-sama Sukseskan Pendidikan di Cilacap

CILACAP (BANYUMAS POS) – Dalam mensukseskan program Bangga Mbangun Desa, peran seorang guru dan juga peran PGRI sangat erat kaitannya dalam mewujudkan pilar pertama yaitu pendidikan.

Oleh karena itu, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman mengajak agar PGRI dapat selalu solid dan kompak mensukseskan pendidikan di Kabupaten Cilacap, terutama di era pandemi Covid-19 terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati usai acara pembukaan Konferensi Kerja Tahun Pertama Masa Bakti 22 PGRI Kabupaten Cilacap yang dilaksanakan di Gedung Dwijaloka pada Selasa (22/6/2021).

Pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dilaksanakan bulan Juli nanti. Wabup mengatakan harus tetap mengikuti situasi dan kondisi serta sesuai arahan Gugus Tugas Pusat dan Provinsi.

“Ketika memang nanti ada peraturan, yang mana nanti ketika sekolah berada di zona hijau atau kuning maupun merah, boleh dan tidak boleh ketika bulan Juli tahun ajaran baru melakukan pembelajaran tatap muka, maka harus dipatuhi,” kata Wabup.

Tentunya guru sudah diasah terlatih melalui pembelajaran jarak jauh, sehingga terus dapat didorong ketika ada sekolah dengan zona merah maka tetap tidak dapat melakukan tatap muka agar nantinya anak didik tidak terkena covid-19.

Ketua PGRI Kabupaten Cilacap, Sutikno mengatakan bahwa di masa pandemi Covid-19, PGRI berfokus pada dua hal untuk memutus rantai penularan Covid-19 di Cilacap yaitu mengutamakan hal teknis dengan selalu mematuhi Prokes dan juga mengubah mindset masyarakat yang masih kerap mengabaikan Prokes tersebut.

“PGRI akan selalu menggaungkan tentang Prokes, pemahaman tentang Prokes dan juga bagaimana mempengaruhi mindset orang yang nekat terhadap Covid-19 yang menganggap seolah tidak ada. Bukan hanya masyarakat umum, tetapi orangtua siswa saja banyak yang seperti itu,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, jika nantinya PTM di sekolah sudah menerapkan prokes bisa jadi tertular dirumah jika mindset orangtuanya abai seperti itu.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Aris Munandar mengatakan bahwa konferensi kerja merupakan wahana penyampaian rekomendasi rancangan untuk Pemda terkait kebijakan dalam hal pendidikan berdasarkan kondisi yang ada, termasuk pembelajaran tatap muka.

“Penentuan tetap dari Pemerintah daerah apakah bisa tatap muka atau tidak. Yang jelas Protokol kesehatan harus ditaati seandainya nanti memang diijinkan,” ujarnya.

Aris menambahkan, nantinya, akan menggunakan sistem yang baru sesuai dengan era baru termasuk vaksin untuk para guru sehingga hal ini harus betul-betul dipertimbangkan dengan baik. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *