20/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Usir Covid, Warga Dusun Cibungur Gelar Sholat Tolak Bala, Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Warga Dusun Cibungur, Desa Danakerta, Kabupaten Banjarnegara antusias dalam mengusir pandemi Covid-19. Salah satunya ditunjukan dengan melakukan sholat tolak bala doa bersama dan santunan anak yatim.

Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Desa Danakerta, Nurudin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Dusun Cibungur yang sudah berkenan hadir dalam malam tasyakuran ini.

“Bertepatan dengan malam 10 Suro/Muharom yang merupakan malam penuh berkah dan banyak padlilahnya. Saya ucapkan terima kasih atas dukungan warga masyarakat sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar dan meriah,” kata Nurudin.

Ia berharap, kedepan agar bisa lebih meriah lagi dan semoga melalui sholat tolak bala bersama warga ini menjadikanya Covid-19 bisa hilang dari Dusun Cibungur khususnya dan umumnya dari bumi Pertiwi.

“Acara tasyakuran ini diperuntukan khusus untuk warga Dusun Cibungur. Namun, kami tidak menutup atau menolak jamaah yang datang dari luar Dusun,” tuturnya.

Kepala Dusun Cibungur, Ali Abadi juga menyampaikan terima kasih kepada warganya yang sudah bisa hadir dalam kegiatan sholat tolak bala doa bersama dan santunan kepada anak yatim ini.

“Adanya kegiatan ini semoga bisa membawa berkah untuk warga masyarakat Dusun Cibungur dan bisa sebagai penolak pandemi Covid-19,” ucapnya.

Pihaknya mengajak kepada warganya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Di samping itu, dengan cara mengikuti vaksin yang digalakkan Pemerintah.

“Dalam acara ini, kami tetap mematuhi Protokol kesehatan antara lain menjaga jarak, memakai masker dan menggunakan hand sanitizer,” katanya.

Sementara, Ustadz Abudul Salam saat dikonfirmasi awak media Banyumas Pos menyampaikan, kami menggelar kegiatan ini untuk mensikapi adanya pandemi Covid-19 yang tak kunjung henti.

“Maka kami berinisiatif untuk melaksanakan sholat tolak bala dan doa bersama agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan situasi kembali normal,” ujarnya.

Menurutnya, virus corona ini merupakan makhluk ghoib, maka tidak bisa dilawan dengan senjata atau dengan kekerasan, melainkan pendapat kami, mahluk ghoib ini harus dilawan pula dengan ghoib.

“Oleh karenanya, kami dengan warga masyarakat sepakat mengadakan sholat tolak bala dan doa bersama sekalian menyantuni anak yatim,” tandasnya.

Ia menjelaskan, acara diselenggarakan pada malam 10 suro ini karena diyakini oleh masyarakat sudah turun temurun bahwa pada malam 10 Suro ini penuh berkah.

Lanjutnya, perlu diingat bahwa di bulan Muharom ini banyak kejadian-kejadian di luar nalar dan masyarakat mengenal bahwa di bulan Muharlah turunnya berkah.

“Maka sudah tepat di dalam masa pendemi ini kita lebih mendekat kepada Allah SWT dan bersedekah kepada anak yatim, kaum duafa dan warga yang kurang mampu. Ingat bahwa doanya anak yatim dan fakir miskin itu sangat mustajab dan cepat di kabulkan oleh Allah SWT. Jangan sekali-kali menghardik anak yatim dan fakir miskin, karena itu akan berdampak buruk,” ungkapnya.

Abudul menambahkan, kedepannya dalam menyelenggarakan kegiatan serupa akan lebih menata kembali dan lebih khusus dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Dengan adanya acara solat tolak bala, doa bersama dan santunan anak yatim ini, semoga bisa menghilangkan pendemi Covid-19, khususnya warga masyarakat Dusun Cibungur semuanya terhindar dari segala petaka yang bisa sewaktu-waktu datang tanpa di duga-duga,” pungkasnya. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *