28/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Timbulkan Kerumunan, Pentas Kuda Lumping di Kesugihan Dibubarkan Satgas PPKM

CILACAP (BANYUMAS POS) – Satgas PPKM Kecamatan Kesugihan melakukan pembubaran pentas kuda lumping di Jalan Pekunden RT 02 RW 07 Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jumat (27/8/2021).

Pembubaran dilakukan lantaran kegiatan tersebut menimbulkan kerumunan dan melanggar aturan PPKM Level 4. Warga yang berkerumun dibubarkan oleh petugas dengan cara persuasif dan humanis agar tidak menimbulkan kericuhan.

Salah satu petugas dari Koramil 06/Kesugihan, Sertu Nartim mengatakan dirinya sebagai Satgas PPKM berkewajiban mengingatkan warga akan pentingnya mematuhi Protokol kesehatan di masa PPKM Level 4 saat ini.

“Masyarakat yang berada di lokasi tersebut kami minta agar segera pulang untuk menghindari kerumunan dan kami ingatkan untuk selalu jaga jarak serta menghindari berkerumun bila berada di suatu tempat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ipda Sumarna dari Polsek Kesugihan menambahkan, pembubaran kegiatan yang bersifat kerumunan ini merupakan tindakan tegas dari Satgas PPKM Kecamatan Kesugihan karena melanggar Prokes.

“Kami melakukan penahanan Kartu Identitas (KTP) milik panitia penyelenggara kegiatan. Pemilik tersebut dapat mengambilnya setelah dimintai keterangan di Polsek Kesugihan dan diminta membuat surat pernyataan sanggup menerapkan PPKM Darurat di masa pandemi ini,” kata Sumarna.

Sementara itu, Petugas juga melaksanakan koordinasi dengan pihak Pondok Pesantren Assasunnajah Kesugihan yang berencana akan menyelenggaran kegiatan Haul KH. Hasyim Tohir dan ulang tahun Ponpes Asaasunnajaah yang dilaksanakan pada hari Senin 31 Agustus 2021 dengan mengundang warga.

“Hasil Koordinasi dengan pengurus Ponpes Asaasunnajaah bahwa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual live melalui Channel Youtube dan tidak mendirikan tratag yang dapat menimbulkan kerumunan,” kata Sertu Nartim.

Lanjut Nartim, selain itu, tidak mengundang orang dari luar termasuk wali santri juga tidak diundang. Pelaksanaan kegiatan hanya dilaksanakan secara intern oleh santri. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *