26/10/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Tahun Ini Pupuk di Kebumen Masih Aman, Petani Harus Memiliki Kartu Tani

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Kebumen untuk Musim Tanam Pertama (MT l) tahun 2021/2022 sebanyak 17.751 ton. Sedangkan jumlah mesin traktor tangan berbagai jenis tersedia sebanyak 6.000.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Tri Haryono, Senin (25/10) saat Konferensi Pers di Ruang Pambirawa Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kebumen.

Konferensi pers diikuti sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan online di Kebumen dengan dipandu oleh Komper Wardopo serta menghadirkan pula Kabid Kedaruratan, Logisitik dan Peralatan BPBD Kebumen, Salam.

Tri Haryono menjelaskan, jumlah stok pupuk bersubsidi pada 2021 sebanyak 30.000 ton. Hingga September 2021 telah terserap 12.249 ton. Sedangkan luas lahan pertanian 40.173 hektare (ha). Namun hingga akhir Oktober baru sebagian kecil atau sekitar 100 ha lahan yang sudah ditanam padi.

Padahal sejak 16 Oktober hingga 31 Oktober air irigasi teknis dari Waduk Wadaslintang telah dialirkan. Artinya saat ini air sudah sampai ke areal sawah sehingga pihaknya menganjurkan para petani segera mengolah sawah, melakukan penyemaian agar Musim Tanam I bisa tepat atau atau tidak mundur.

Pasokan air irigasi dari Waduk Wadaslintang sesuai data Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Progo, Bogowonto dan Luk Ulo (Probolo) Kutoarjo dialirkan 24 meter kubik/detik. Namun irigasi Waduk Sempor belum bisa dialirkan karena elevasinya baru 62,07 meter DPL. Sedangka elevasi normal waduk di utara Gombong itu 72 meter DPL.

Tri Haryono juga mengimbau para petani wajib memiliki kartu tani dan masuk dalam kelompok tani agar datanya masuk dalam rencana daftar kebutuhan kelompok (RDKK) sehingga bisa memperoleh pupuk bersubsidi.

“Konsekuensi bila tak memiliki kartu tani dan tidak masuk kelompok tani ya harus membeli pupuk nonsubsidi yang harganya bisa tiga kali lipat,” terang dia.

Tri Haryono mengakui, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tahun ini naik. Untuk pupuk Urea Rp 112,5 ribu/sak, SP 36 Rp 120 ribu/sak, ZA Rp 85 ribu/sak, NPK Rp 115ribu/sak, pupuk organik Rp 32 ribu/sak dan pupuk organik cair Rp 20ribu/liter.

Menyinggung jenis varietas padi yang disenangi petani Kebumen yaitu ciherang, mikongga dan inpari. Saat ini Kebumen masih surplus beras sekitar 123.000 ton dan menjadi salah satu penyangga pangan penting di Jateng.

Menurut Tri Haryono, mengenai masih sedikitnya lahan sawah yang ditanami padoi, karena petani terbiasa menunggu curah hujan datang. Padahal di daerah irigasi teknis Waduk Wadaslintang air telah mengalir lancar sejak 16 Oktober lalu.

Sedangkan ramalan BMKG, puncak hujan daerah Kebumen diperkirakan jatuh pada bulan November, Desember dan Januari sehingga petani diharapkan mulai mengolah sawah dan menyebar pesemaian. Harapannya Musim Tanam I tahun ini bisa tepat waktu dan hasil produksi padi bisa optimal. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *