13/09/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Suroso Ciptakan SI PINTER APIK, Polisi Digital Pemantau Harga Kepokmas

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Baik Pemerintah maupun masyarakat, membutuhkan data harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) yang akurat dan realtime. Adanya hal tersebut menuntut tanggung jawab Pemerintah selevel kabupaten/kota untuk memenuhinya.

Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara di Provinsi Jawa Tengah, khususnya sektor perdagangan telah berupaya keras memanfaatkan Sistem Informasi Perdagangan yang terintegrasi dengan sistem informasi yang dikembangkan oleh kementerian atau lembaga Pemerintah non Kementerian.

Hal itu dikarenakan proses pengumpulan data secara manual, serta jauhnya jarak antara dinas dengan pasar, dan jarak pasar satu dengan pasar lainnya yang memakan banyak waktu dan biaya.

Data harga kebutuhan pokok masyarakat diperlukan oleh Pemerintah Daerah sebagai dasar mengambil kebijakan atau melaksanakan suatu keputusan yang membutuhkan ketersediaan data yang akurat dan cepat serta realtime.

Sehingga diperlukan inovasi berupa penerapan aplikasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pemantauan harga kepokmas di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Banjarnegara.

Oleh karena itu, Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara meluncurkan aplikasi SIPINTAR APIK yang digagas oleh Kabid Perdagangan DisperindagkopUKM Kabupaten Banjarnegara, Suroso selaku Innovator.

Kabid Perdagangan DisperindagkopUKM Kabupaten Banjarnegara juga selaku Innovator, Suroso mengatakan, SIPINTER APIK merupakan aplikasi Sistem Informasi Perdagangan Terintegrasi-Akurat, Praktis, Informatif, dan Kekinian.

Data harga kepokmas yang disajikan dalam aplikasi SIPINTER APIK antara lain tampilan harga rata-rata dari 3 (tiga) pasar yaitu Pasar Kota, Pasar Mandiraja, dan Pasar Karangkobar, tampilan harga masing-masing pasar, tabel hasil data harga masing-masing pasar, dan fluktuasi harga per pasar.

“Inovasi SIPINTER APIK dari DisperindagkopUKM insaa Allah sangat bermanfaat, dimana kerterbukaan informasi harga kebutuhan pokok, kemudahan akses dalam membandingkan harga melalui sistem online yang tersaji dalam sistem informasi, akan menjadi alternatif informasi masyarakat dalam memantau tren harga dan inflasi di masyarakat,” jelas Suroto, (8/9/2021) di Kantornya.

Aplikasi SIPINTER APIK ini dapat diakses langsung oleh perangkat daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat melalui website https://sipinter-apik.banjarnegarakab.go.id atau dengan mengunduh aplikasi di handphone melalui laman https://sipinter-apik.banjarnegarakab.go.id/android/sipinterapik.apk.

Lanjut Suroto, kegunaan aplikasi SiPINTER APIK ini sebagai sistem informasi referensi bagi pengambil kebijakan untuk mengetahui harga-harga kebutuhan pokok masyarakat di setiap pasar dan melakukan operasi pasar jika suatu bahan pokok mengalami kenaikan tidak wajar.

“Selain itu, sebagai instrumen kunci kebijakan pengendalian inflasi karena menyediakan data kelangkaan komoditas sehingga kenaikan harga bisa diantisipasi,” imbuhnya.

Data harga pada sistem secara aktual akan memperlihatkan setiap selisih tidak normal terhadap beda harga antara pasar karena satu dan lain faktor, dan sebagai sarana komunikasi top manajemen di pemerintahan dengan petugas lapangan dalam mengantisipasi masalah kebutuhan pokok masyarakat.

Adapun manfaat bagi masyarakat Sebagai sumber informasi harga kebutuhan pokok bagi masyarakat umum melalui aplikasi android yang tersedia melalui layanan gratis publik.

Inovasi SIPINTER APIK yang secara resmi diluncurkan pada (1/9) lalu mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, termasuk dari ilmuwan kebencanaan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) yang sekaligus Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr Tuswadi.

“Kami salut dan mengapresiasi adanya inovasi SIPINTER APIK DisperindagkopUKM Kabupaten Banjarnegara,” kata Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) yang sekaligus Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr Tuswadi.

Tuswadi mengatakan, di era digital saat ini, masyarakat butuh informasi cepat dan tepat termasuk dalam mengetahui harga-harga kepokmas di pasar sehingga tiap kali akan berbelanja bisa mengimbangi harga yang ditawarkan agar tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

“Kestabilan dan keseragaman harga kepokmas di satu pasar harus dijaga untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Dr Tuswadi. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *