14/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

SMP Pius Gelar Ujian Sekolah Via Luring Dengan Pokes Ketat

CILACAP (BANYUMAS POS) – Dalam situasi pandemi Covid-19, SMP Pius Cilacap berencana menggelar ujian sekolah tertulis dengan sistem Luar jaringan (Luring) pada tanggal 19-30 April mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Waka Kurikulum SMP Pius Cilacap, Thomas Sutasman saat ditemui, Rabu (14/4/2021).

Thomas mengatakan, pihak sekolah telah menyiapkan Protokol Kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan ujian nanti yang akan diikuti 89 siswa kelas lX yakni menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer dan lainnya.

“Kami telah menyiapkan 10 ruang kelas yang digunakan untuk ujian nanti dan siswa akan kami batasi sesuai aturan dari dinas P dan K dengan jumlah maksimal 11 siswa dan kami mengikuti aturan dengan mengisi 9 siswa tiap ruangan,” jelasnya.

Pembatasan jumlah siswa yang mengikuti ujian dalam satu ruang kelas bertujuan agar jarak antar siswa satu dengan yang lain menjadi panjang lebih dari 1,5 meter.

“Kami juga menyediakan meja di depan sekolah untuk tempat menaruh handphone para siswa dengan dijaga pengawas. Ketika selesai ujian, siswa diminta untuk langsung menelfon orang tuanya agar menjemput ke sekolah sehingga menghindari adanya kerumunan siswa saat pulang sekolah,” kata Thomas.

Ujian kali ini hanya berlangsung selama kurang lebih 90-120 menit dengan satu soal mata pelajaran dimulai pukul 08.00-9.30 WIB.

“Kami fokuskan terhadap proses ujian diawali pertama siswa diwajibkan langsung masuk ke ruang kelas masing-masing kemudian siswa diharuskan menggunakan Prokes sesuai aturan sebelum mengikuti ujian antara lain, cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” ungkap Thomas.

Dia menambahkan, usai ujian, pihak sekolah melakukan penyemprotan di setiap ruangan menggunakan disinfektan agar setiap ruangan menjadi steril dan terhindar dari virus.

SMP Pius dalam pelaksanaan ujian sekolah nanti melalui Protokol kesehatan yang ketat agar baik siswa maupun guru aman dalam melaksanakan kegiatan ujian dan terhindar dari penyebaran virus Corona.

“Dalam menghadapi ujian nanti, kami telah melakukan simulasi terlebih dahulu secara daring melalui zoom meeting dengan para siswa diawali pembinaan karakter dan tanggal 17 April gelar doa bersama agar ujian berjalan dengan aman dan lancar,” kata Thomas.

Thomas menghimbau kepada para siswa agar mempelajari kembali pelajaran yang sudah diajarkan oleh guru dan siswa diminta untuk menerapkan aturan Prokes selama di rumah.

“Setelah sampai di rumah mempersiapkan untuk hari esok. Tidak boleh kemana-mana dan seterusnya,” ujarnya.

Dia berharap dengan adanya ujian sekolah ini siswa dapat bertatap muka, bertemu dengan guru dan teman-teman di sekolah sehingga terjalin keakraban kembali setelah 2 semester tidak bertemu.

“Kami harapkan hasil ujian nanti dapat maksimal dengan keterbatasan yang ada,” tutupnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *