07/05/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Siswa SMPN 6 Cilacap Sulap Tempe Busuk Menjadi Pupuk

CILACAP (BANYUMAS POS) – Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang sangat memasyarakat. Karena produksi dan konsumsinya tinggi, sering kali menjadikan tempe membusuk dan menjadi limbah.
Namun tidak demikian bagi siswa di SMPN 6 Cilacap.

Dibawah bimbingan Calon Guru Penggerak, Isnaeni Sumiarsih, tempe busuk disulap menjadi pupuk.

Tempe busuk tersebut dilarutkan dalam air dicampur dengan tape untuk memfermentasi dan gula pasir sebagai nutrisi.

Calon Guru Penggerak, Isnaeni mengatakan, pupuk cair tersebut nantinya akan digunakan untuk memupuk tanaman yang ada di sekolah, Kamis (6/5/2021).

“Sekolah kami saat ini Adiwiyata Nasional, menuju Adiwiyata Mandiri. Jadi inovasi tentang lingkungan seperti ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan, pupuk cair buatan anak-anak nantinya dipakai untuk memupuk tanaman yang sudah ada seperti bunga dan sayur yang ada di sekolah.

“Kami juga punya taman gantung Wijayakususma sebagai tanaman endemik khas Cilacap,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan pupuk cair ini, tidak perlu lagi memakai pupuk kimia untuk memupuk tanaman yang dimilikinya.

Salah satu siswa, Zahra Amelia al Fatah merasa senang dirinya dilibatkan dalam proses pembuatan pupuk ini. Menurutnya, ini pengalaman baru yang sangat bermanfaat.

“Dari pelajaran membuat pupuk ini, kita jadi tahu kalau ternyata banyak limbah disekitar rumah yang masih bisa dimanfaatkan menjadi hal yang berguna” ucapnya.

Sementara, Kepala SMPN 6 Cilacap, Anteng Widiastuti mengatakan, apa yang dilakukan oleh Calon Guru Penggerak sangat membantu mewujudkan konsep merdeka belajar dan juga mendukung terwujudnya sekolah Adiwiyata mandiri.

“Dengan inovasi yang ada, membuktikan bahwa pandemi tidak menghalangi terus dijalankannya program Adiwiyata,” katanya.

Justru muncul inovasi baru dimana siswa juga menerapkan konsep Adiwiyata dari rumah. Artinya, cinta lingkungan sudah bukan lagi jargon di sekolah semata namun sudah membudaya sampai di rumah.

“Selain itu, juga belajar tidak terbatas di sekolah, namun bisa juga dimana saja” ujarnya. (Gal/Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *