21/07/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Sempat 3 Jam di Rumah Sakit, Warga Kaligondang Akhirnya Meninggal Positif Covid-19

PURBALINGGA (BANYUMAS POS) – Semakin bertambahnya kasus pasien meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif Covid-19, terjadi di beberapa wilayah termasuk di Kabupaten Purbalingga.

Salah satunya terjadi di Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, ES (37) seorang wanita warga RT 03 RW 03 Desa Penaruban yang hanya sempat dirawat 3 jam di salah satu Rumah Sakit di Purbalingga dan berakhir meninggal dunia dengan hasil swab positif Covid-19, Selasa (20/7/2021).

Seperti disampaikan oleh Kepala Desa Penaruban, Siti Syarifah membenarkan adanya kejadian yang menimpa warganya tersebut.

Menurut keterangan, Almarhumah ES pada Selasa 20 Juli 2021 sekitar pukul 06.00 WIB sempat dilarikan ke rumah sakit karena sehari sebelumnya merasa kurang enak badan dan malamnya mengalami sesak nafas namun hanya berselang 3 jam meninggal dunia dan hasil Swab positif.

“Pengakuan dari pihak keluarga ES hanya mengeluh kurang enak badan dan malamnya sesak nafas, untuk penyakit lain sepertinya tidak ada,” kata Siti.

Sebagai SOP, dilaksanakan pemakaman dengan Protokol kesehatan oleh petugas dari BPBD dan dihadiri secara terbatas dengan mendapat pantauan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas, termasuk personil BKO dari Batalyon Infanteri 406/CK.

Pelda Waluyo selaku Babinsa Koramil 02/Kaligondang yang turut hadir saat pemakaman ketika dikonfirmasi turut membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Betul hanya 3 jam saja di rumah sakit sehingga bagi masyarakat kami turut menghimbau adanya wabah Covid-19 yang makin merebak ini, masyarakat diharapkan agar meningkatkan Prokes dan bila merasa kurang enak badan agar segera memeriksakan diri supaya dapat segera tertangani,” ungkapnya.

Waluyo juga menyampaikan jika dalam hari tersebut, dirinya bersama petugas lainnya telah memakamkan warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 5 orang.

“Di wilayah Kaligondang hari ini kami telah monitor pemakaman sebanyak 5 orang. Adanya jumlah yang meningkat ini membuat petugas pemulasaran, pemakaman dan ambulans sampai kewalahan hingga antri bergantian,” tandasnya. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *