15/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Selama 14 Hari Tempat Ibadah di Kebumen Ditutup, Hajatan Wajib Izin

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Perkembangan kasus aktif terkonfirmasi positif di Kebumen saat ini semakin kritis. Dari 412 kasus aktif menyebar di 25 kecamatan. Bahkan kasus aktif di sebagian besar kecamatan di atas 15 kasus.

Bahkan mulai tanggal 14 Juni hingga 14 hari ke depan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen memutuskan menutup semua tempat ibadah. Kegiatan keagamaan dilakukan di rumah atau secara daring. Hajatan juga harus meminta izin, jika tidak, akan dibubarkan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Informasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang juga selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kebumen, Cokro Aminoto dalam rilis harian perkembangan Covid 19, per 13 Juni 2021.

Cokro mengatakan, satu-satunya wilayah di Kebumen yang tidak ada kasus positif Covid-19 adalah Kecamatan Poncowarno. Sedangkan kasus aktif positif Covid-19 terbanyak di Kecamatan Kebumen sebanyak 54 kasus, 18 dirawat dan 26 diisolasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pada hari Minggu (13/6/2021) ada penambahan kasus terkonfirmasi positif baru 51 (Labkesda 45, PKU Gombong 5, dan Rapid antigen 1), kasus terkonfirmasi sembuh 29 orang dan meninggal berjumlah 3 orang.

Kasus aktif saat ini tercatat 412 tersebar di 25 Kecamatan di Kebumen. Kecamatan yang tidak memiliki kasus aktif adalah Poncowarno. Sementara itu, Kecamatan dengan kasus aktif di atas 10, ada 17 kecamatan.

Untuk kasus Suspek, hingga saat ini tercatat 45 orang. Dari sejumlah kasus suspek tersebut, jumlah yang dirawat 11 orang dan yang tengah menjalani isolasi berjumlah 34 orang.

Ia menyatakan, dari hasil rapat evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Kebumen di Gedung F pada Jumat (11/06) lalu, perkembangan kasus aktif di Kabupaten Kebumen dinilai sudah kritis. Kasus aktif di sebagian besar kecamatan di atas 15 kasus.

Hal ini disebabkan banyaknya klaster hajatan (mantenan), keluarga, kegiatan ibadah yang tidak menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat. Sementara itu, pengalaman pelaksanaan isolasi mandiri dinilai tidak berhasil.

“Tuan rumah hajatan wajib membuat pernyataan di atas materai dan siap bertanggung jawab. Izin kegiatan hanya diberikan di daerah dengan zona hijau,” tegasnya.

Kebijakan selanjutnya yakni mall, toko, cafe di Kebumen ditutup pukul 19.00 WIB, Alun-alun pukul 21.00 WIB. Kasus terkonfirmasi positif akan dikarantina terpusat 10 hari. Tiap kecamatan disiapkan karantina terpusat karena isolasi mandiri dinilai gagal.

Pasien dijemput dengan pengawalan polisi dan TNI. Rumah sakit darurat disiapkan untuk kasus terkonfirmasi dengan gejala di BP4/Balai pengobatan paru di Panjer. Kegiatan Labkesda Kebumen telah implementatif dalam pemeriksaan dan uji lab kasus Covid-19 di Kabupaten Kebumen. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *