06/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

SDN 04 Pahonjean Manfaatkan Lahan Dengan Menanam Tanaman Obat

CILACAP (BANYUMAS POS) – SDN 4 Pahonjean yang berlokasi di Desa Pahonjean, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap memiliki lahan kosong di sekolahan tersebut yang cukup luas.

Pihak sekolah memanfaatkan lahan tersebut untuk ditanami aneka tanaman obat seperti jahe merah, sereh, kunyit putih, sayur, ketela dan lain-lain.

Setelah kurun waktu yang lama, salah satu tanaman obat yang ditanam tersebut akhirnya berbuah hasil dan pada Selasa (6/4/2021) pihak sekolah melakukan panen raya berupa jahe merah.

Jahe merah saat ini cukup banyak diminati karena diyakini berkhasiat sebagai tanaman obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunuya guna mencegah virus Corona di masa pandemi Covid ini.

Beberapa hari lalu, pihak sekolah telah mensosialisasikan hal tersebut pada saat kegiatan rapat wali murid kelas VI. minuman jahe merah anget ini dijadikan sebagai suguhan minuman saat rapat.

Guru Penggerak SDN 4 Pahonjean, Yuliana mengatakan bahwa proses penanaman tanaman obat ini juga melibatkan seluruh siswa.

Dia menjelaskan, para siswa diajak berproses mulai dari menanam, merawat, memanen hingga mengolah hasil panen.

“Proses budidaya tanaman obat kita jadikan sebagai bahan pembelajaran untuk siswa selama pandemi. Ini merupakan wujud dari Merdeka Belajar, dimana siswa bisa belajar kapan saja di mana saja,” kata Yuliana.

Sementara, Kepala SDN 4 Pahonjean, Sutrisno mengatakan kegiatan ini dilakukan karena lahan luas yang ada di sekolah selama ini masih sedikit untuk dimanfaatkan.

“Kami memilih tanaman obat-obatan, salah satunya jahe merah karena prospek tanaman ini sangat bagus dan bermanfaat di masa pandemi yang diyakini sebagai minuman anti corona,” jelasnya.

Salah satu siswa, Qotrunnada Jiilan Nadhifa mengaku senang terlibat dalam kegiatan menanam, merawat dan memanen jahe merah ini.

Menurutnya, kegiatan ini sangat seru dan bermanfaat sekaligus sebagai pembelajaran siswa di sekolah.

“Senang, bisa bertani di sekolah. Walaupun tidak belajar pelajaran seperti biasa, namun tetap dapat ilmu,” ujar Qotrunnada. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *