18/07/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Sat Reskrim Polres Kebumen Ungkap Bayi Malang Yang Tewas, Pelaku Ibu Kandung Sendiri

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Sat Reskrim Polres Kebumen, Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus penemuan mayat bayi perempuan di Kecamatan Ambal.

Mayat bayi ditemukan warga tewas di saluran irigasi Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kebumen pada Senin (17/5) silam. Diketahui bayi tersebut dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri inisial DN (23) warga Desa Kuwarisan, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen.

Bayi malang tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan rekan kerjanya di sebuah Rumah Sakit swasta inisial SM (30) Warga Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan.

Tersangka DN diamankan polisi pada hari Rabu (16/6) di rumahnya, sedangkan tersangka SM diamankan pada hari berikutnya, hari Kamis (17/6).

Peribahasa sejahat-jahatnya harimau tak akan memakan anaknya sendiri, tak berlaku bagi sepasang kekasih hubungan gelap tersebut.

Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama melalui Wakapolres, Kompol Edi Wibowo menjelaskan bahwa bayi tersebut telah direncanakan dibunuh sejak dalam kandungan.

Tersangka SM selaku ayah bayi tersebut sempat menyuruh DN untuk menggugurkan kandungannya dengan meminum obat peluntur janin, namun kenyataan berkata lain. Janin bayi itu justru semakin membesar di dalam rahim hingga sempat dilahirkan dalam keadaan hidup oleh ibunya.

“Setelah lahir, karena ibunya tidak menghendaki, bayi malang tersebut dibunuh sesaat dilahirkan,” kata Kompol Edi Wibowo, Minggu (18/7/2021).

Bayi mungil itu dibunuh dengan cara disumpal kertas kurang lebih 15 menit, setelah tak bernafas dimasukkan ke dalam tas kresek lalu dibuang ke saluran irigasi utara rumahnya.

Menurut pengakuan tersangka, DN telah beberapa kali melakukan hubungan badan dengan SM yang ternyata sudah berkeluarga dan alasan DN membunuh bayinya karena dalam waktu dekat ia akan menikah dengan pria lain. Ia takut kepada calon suaminya jika menikah sudah dalam keadaan hamil.

“Saya menyesal Pak. Sangat menyesal,” ucap DN kepada Polisi.

Niat menikah sudah terlaksana, namun DN harus mempertanggungjawabkannya perbuatannya. Pernikahannya dengan pria lain yang baru seumur jagung, sementara harus berpisah untuk menjalani hukuman.

Tersangka DN dijerat dengan Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak Subs Pasal 342 KUH Pidana dengan Pidana penjara paling lama 15 tahun denda paling banyak Rp 3 miliar.

Sedangkan untuk tersangka SM polisi menjerat dengan Pasal 194 Jo Pasal 75 Ayat (2) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 53 Ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman kurungan paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *