20/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Santri Sabilurrosyad Muhammadiyah Banjarnegara Siap Dakwah Ke Jepang

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Pondok Modern Sabilurrosyad Muhammadiyah Banjarnegara yang berlokasi di Kecamatan Wanadadi menjadi satu-satunya lembaga pendidikan Islam di kabupaten Banjarnegara yang memiliki Program Internasionalisasi Santri.

Bekerjasama dengan Rumah Pintar milik Dr Tuswadi, sudah dua tahun pelajaran, seluruh santri mengikuti secara intensif pelatihan dakwah berbahasa Inggris melalui Program Internasionalisasi Santri.

Kepala Pondok Modern Sabilurrosyad Muhammadiyah Banjarnegara, Ustad Arif Riyadi mengatakan bahwa program prestigius ini dilakukan untuk mewujudkan cita-cita Pondok yakni mampu mendakwahkan Islam rahmatil alamiin ke luar negeri, khususnya ke Negeri Sakura.

Bermitra dengan Rumah Pintar milik Dr Tuswadi, Pondok Modern Sabilurrosyad sudah terkoneksi dengan SMP/SMA Takeda di kota Higashi Hiroshima sebagai sekolah partner tukar budaya dan Islam Indonesia-Jepang.

“Tahun lalu, siswa SMA Takeda Hiroshima hadir dan melakukan tukar budaya Jepang kepada para santri kami di Banjarnegara. p
Para santri kami juga memperkenalkan kesenian Islami seperti rebana dan beberapa tradisi Islam kepada anak Jepang tersebut.

“Rencananya, sebelum lulus dari Pondok, para santri akan kami kirimkan ke Hiroshima untuk berdakwah melalui Kunjungan Pintar selama sepekan ke Negeri Sakura saat situasi pandemi Covid-19 sudah reda,” ungkap Ustad Arif.

Seluruh santri mengikuti Ujian Praktik Internasionalisasi Santri tahun pelajaran 2020/2021 pada Sabtu (19/6/2021) melalui penampilan mereka secara berkelompok, berpidato dengan berbahasa mengenai perkenalan diri dan mengenalkan Pondok.

Rumah Pintar Dr Tus sendiri mendatangkan secara khusus tim penilai dari kalangan dosen, guru bahasa Inggris dan mahasiswa S-2 Hiroshima University.

Sementara itu, Dr Tuswadi, Founder Rumah Pintar, Ilmuwan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia mejelaskan, selama satu tahun pelajaran.

Dia menambahkan, di bawah bimbingannya, para santri belajar berpidato dengan 8-10 tema, misal tentang Islam, Rukun Islam, Rukun Iman, Tauhid, Shalat, Ramadhan, Haji, Hormat pada Guru dan Orang Tua dan lainnya.

“Materi ini akan mereka pilih suatu hari nanti untuk dakwah ke Hiroshima di hadapan peserta didik di SMP dan SMA Takeda Higashi Hiroshima,” kata Dr Tuswadi.

Berdasarkan pengalamannya hidup di Jepang selama 8,5 tahun, masyarakat Hiroshima sangat tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Islam.

“Bahkan, hampir tiap bulan ada anggota masyarakat asli Jepang yang masuk Islam di Masjid Hiroshima,” ujarnya.

Melalui kemitraan yang dia bangun dengan Pondok Modern Sabilurrosyad, pihaknya optimis para santri selevel SMP. Setelah tiga tahun mereka dilatih secara intensif, mereka akan mampu berkomunikasi dengan masyarakat Jepang di sekolah memperkenalkan Islam.

Jika tidak ada aral dan pandemi Covid-19 sudah berakhir, mulai 2022 Pondok Modern Sabilurrosyad berencana akan mengirimkan santrinya untuk Tur Pintar ke Hiroshima sekaligus berdakwah.

Lebih lanjut, sampai hari ini, Pondok Modern Sabilurrosyad memiliki santri putra kurang lebih 100 anak kelas 7-9, berasal dari berbagai daerah, termasuk luar Jawa.

“Di sini anak-anak belajar ilmu umum melalui SMP Muhammadiyah 1 Wanadadi dan belajar ilmu agama dengan kurikulum pondok,” pungkasnya. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *