16/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

PWRI dan Warga RW 07 Kebanaran Gelar Bazar Takjil Murah Ramadhan

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – PWRI bersama Warga RW 07 Dukuh Kebanaran, Desa Tamanwinangun, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen menggelar Bazar Takjil Murah Ramadhan untuk warga masyarakat sekitar tepat di gang Kelapa, Kelurahan Tamanwinangun, Rabu (14/4/2021).

Takjil sendiri merupakan makanan atau minuman yang dicari oleh masyarakat saat menjelang buka puasa di bulan suci Ramdhan.

Terlihat sepanjang jalan dipadati oleh pedagang tiban dan antusiasme pengunjung dari warga kelurahan Tamanwinangun, serta warga desa lainnya yang berbondong-bondong datang untuk membeli aneka takjil tersebut.

Calon Ketua PWRI Kebumen, Wahyudin selaku Ketua panitia saat sedang melakukan pemantauan mengatakan, Bazar Takjil Murah Ramadan ini pertama kali diadakan.

Dalam kesempatannya, ia menghimbau kepada pedagang maupun pembeli untuk tetap mematuhi Protokol kesehatan 5 M sesuai aturan Pemerintah.

“Kami lakukan himbauan 5 M yakni Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas agar kegiatan bazar ini dapat berjalan dengan baik dan aman,” jelasnya.

Wahyudin menambahkan, dalam kegiatan ini pihaknya menyediakan 50 kavling namun pada hari pertama yang sudah ditempati baru 25 kavling.

“Para pedagang ini berjualan berbagai macam jenis takjil dengan harga yang relatif murah dan rasanya pun berani bersaing,” kata Wahyudin.

Sementara, Ketua RW 07 Kebanaran, Saeful Anas menjelaskan, acara ini sebenarnya tidak dirancang khusus, tapi spontanitas dari warga dan pemuda serta pengurus PWRI Kebumen dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat dan belajar berwirausaha sambil mencari hiburan serta memiliki jiwa usaha.

Lanjut Anas, meski dalam situasi pandemi covid-19, warga tidak mempersoalkannya dan tetap semangat berusaha UMKM sebagai pemulihan Ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Persoalan hidup yang susah saat ini, kita dianjurkan untuk berinisiatif sembari menikmati hiburan. Semoga bisa melupakan kejenuhan dan mendapatkan penghasilan,” ujarnya.

Salah satu pedagang takjil, Yoga mengatakan dirinya berjualan selain agar mendapatkan penghasilan juga sembari ngabuburit menunggu berbuka puasa.

“Alhamdulilah hari pertama ini sangat ramai, banyak dagangan yang habis terjual dan pengunjung pun tidak hanya dari warga setempat tetapi dari desa sekitar pun banyak yg mengunjunginya,” ungkapnya. (Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *