13/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Puluhan Warga Perwakilan Dusun Karangjati Kembali Datangi Balai Desa Karangpakis

CILACAP (BANYUMAS POS) – Puluhan warga perwakilan masyarakat Dusun Karangjati, Desa Karangpakis, Kecamatan Nusawungu, kembali mendatangi Kantor Balai Desa Karangpakis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Senin (13/4/2021).

Kedatangan mereka guna menindaklanjuti permasalahan yang menyangkut Kepala Dusun V Karangjati, Desa Karangpakis, Iksanudin. Sebelumnya, warga telah mendesak Kades Karangpakis untuk mencopot Kadus Karangjati dari jabatannya.

Warga menilai, Kadus V tersebut telah menyalahgunakan wewenangnya selama menjabat dan banyak melakukan kegiatan, namun tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai Kadus Karangjati.

Pihak Pemerintah Desa Karangpakis pun menindaklanjuti kembali pengaduan dari perwakilan warga masyarakat Dusun Karangjati tersebut menggelar rapat terbatas untuk memediasi warga.

Rapat terbatas tersebut dengan dipimpin Kepala Desa Karangpakis, Rudin didampingi para perangkat Desa, Camat Nusawungu, Agus Supriyono, Danramil 05/Nusawungu yang diwakili Babinsa Sertu Bahrul dan Kapolsek Nusawungu, AKP Rahmat Juplianto.

Dalam rapat tersebut, 12 orang perwakilan warga Dusun Karangjati, Desa Karangpakis tetap menuntut agar Kepala Dusun V Karangjati segera diberhentikan dari jabatannya karena dinilai sudah tidak layak memimpin Dusun Karangjati.

“Menurut warga, selama menjabat dan menjalankan tugasnya, Kadus Karangjati ini dinilai banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan tupoksinya serta menyalahgunakan kewenangan sebagai kepala Dusun,” kata Kepala Desa Karangpakis, Rudin.

Hal tersebut tentunya merujuk pada Perda Kabupaten Cilacap nomor 10 tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa.

Oleh karena itu, kepada warga, Kades Karangpakis menyatakan pihaknya akan memberikan kepastian, hanya saja membutuhkan waktu untuk membahas hal tersebut, termasuk proses-proses sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

“Kami akan menampung aspirasi warga untuk kemudian dibahas lebih lanjut di tingkat Desa dan Pemerintah Desa dalam hal ini sebagai sarana untuk mendiskusikan kesepakatan musyawarah dengan warga,” ungkapnya.

Rudin menambahkan, pihaknya kembali akan memberikan teguran secara lisan kepada Kadus Karangjati sebagai tahapan tindak lanjut dari tuntutan warga tersebut.

“Kalau teguran lisan yang bersangkutan tidak bisa memperbaiki juga, baru kemudian teguran tertulis pertama, hingga diberhentikan,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *