08/10/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Polres Cilacap Tetapkan Nahkoda Kapal Pengayoman IV Jadi Tersangka  

CILACAP (BANYUMAS POS) – Polres Cilacap menetapkan Nahkoda Kapal Pengayoman IV menjadi tersangka setelah melaksanakan penyelidikan dan penyidikan lanjut oleh Sat Reskrim Polres Cilacap.

“Perkembangan penanganan tenggelamnya Kapal Pengayoman IV di wilayah perairan Kepanduaan Wijayapura Cilacap ini kasusnya sudah dalam tahap penyidikan dan sudah tahap 1 berarti berkas sudah kita kirimkan ke Kejaksaan. Untuk tersangka yang kita tetapkan yaitu ada satu orang nahkoda kapal,” ungkap Kapolres Cilacap, AKBP Eko Widiantoro, saat konferensi pers, Jumat (8/10).

Menurut Kapolres, dari hasil penyelidikan ada beberapa prosedur untuk berkaitan masalah perairan yang dilanggar mungkin dalam waktu dekat, kasus ini dapat P21 karena berkas kasus ini sudah berada di Kejaksaan.

“Untuk barang bukti yang kita amankan ada satu stel baju korban, FD, satu bendel dokumen kapal pengayoman IV. Tersangka S A ini melanggar pasal 359 KUHP karena pada saat kejadian ada dua korban meninggal dunia,” terangnya.

Kapolres menjelaskan, pelanggaran SOP yang dilanggar yaitu tidak melaksanakan SOP pengecekan terhadap kelayakan Kapal untuk berlayar. Kedua tidak memiliki ijin berlayar dan tidak dilaporkan kepada pihak syahbandar.

“Dari segi keselamatan tidak memiliki prosedur keselamatan bagi penumpang seperti pelampung sehingga pada saat kecelakaan penumpang tidak dapat menyelamatkan diri,” ujar Kapolres.

Penyebab kecelakaan diduga beban dalam berlayar melebihi berat yang diperbolehkan untuk berlayar dan situasi arus laut pada saat kecelakaan sedang tinggi.

“Dari hasil penyelidikan, tersangka nahkoda ini sudah beberapa kali diingatkan terkait prosedur kelayakan kapal, namun yang bersangkutan tetap bersikeras tetap melakukan kegiatan berlayar,” jelasnya.

AKBP Eko menambahkan, kondisi terakhir masih menunggu upaya evakuasi dan kondisi masih karam, untuk jalur lalu lintas kapal sudah dipasang tanda dan parameter sehingga tidak mengganggu lalu lintas kapal.

Sementara, Kalapas besi Nusakambangan, Ika Prihadi Nusantara mewakili jajaran Lapas Nusakambangan mengapresiasi tinggi kinerja Polres Cilacap, khususnya Sat Reskrim Polres Cilacap dan Kasat Polairud Polres cilacap atas terungkapnya kasus terbaliknya kapal pengayoman IV.

“Tentunya kami jajaran Lapas Nusakambangan mendukung penuh dalam upaya penegakkan hukum yang dilakukan Polres Cilacap, karena sudah diketahui terkait tersangka dalam kasus ini, tentunya ini merupakan bagian dari sinergitas kita antara Lapas Nusakambangan dengan Polres Cilacap,” katanya.

Untuk penyeberangan akses ke Lapas Nusakambangan, masih terdapat sembilan unit kapal kecil (compreng) yang melaksanakan kegiatan penyeberangan dengan tetap melaksanakan Prosedur Keselamatan bagi penumpang seperti pelampung.

Dijelaskannya, untuk antisipasi kedepan, petugas diminta harus menggunakan pelampung. Kemudian kapasitas isi kapal dikurangi untuk menjaga agar tidak terulang kembali kasus terbaliknya kapal.

“Untuk pengajuan Kapal kita butuh untuk transportasi membawa Narapida kelas Kakap seperti Bandar Narkoba dan Teroris, namun masih menunggu petunjuk dan arahan pimpinan dalam hal ini Menteri dan sedang diupayakan untuk pengadaan kapal karena cukup diperlukan,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *