18/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Politeknik Banjarnegara Lahirkan Nakes dan Tenaga Teknis Pertanian Yang Handal dan Kompeten

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Kampus Vokasi milik Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada tanggal 11 Juni 2021 lalu, genap berusia 13 tahun dan kini semakin digandrungi oleh millenials lulusan SLTA untuk kuliah D-3.

Setiap hari, banyak alumni SMA/SMK/MA dan Kejar Paket C mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa Politeknik untuk tahun akademik 2021/2022.

Dengan masa studi 3 tahun, di bawah kurikulum yang selalu disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mahasiswa yang lulus akan mengantongi ilmu dan gelar akademik Ahli Madya (AMd) Kesehatan atau Pertanian sebagai salah satu bekal terjun ke dunia kerja.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr Tuswadi saat ditemui di kantornya, Senin (14/6/2021).

Dia menjelaskan, masyarakat mengenal Politeknik Banjarnegara melalui situs www.polibara.ac.id dengan sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh kampus-kampus vokasi di tanah air yaitu didirikan khas sesuai kebutuhan Daerah.

“Selain itu, Politeknik Banjarnegara menjadi solver permasalahan umum dalam menangani masih tingginya tingkat kematian ibu hamil dan anak, pandemi malaria dan demam berdarah, serta alih teknologi pertanian modern berbasis kelestarian alam,” tambahnya.

Adapun program Studi Kebidanan yang menghasilkan tenaga bidan yang terampil, cekatan, cerdas dan santun dan program Studi Kesehatan Lingkungan menghasilkan tenaga sanitarian yang terampil dan unggul di bidang pengendalian vektor.

Selanjutnya, program Studi Agroindustri yang menghasilkan tenaga teknis di bidang pertanian yang kompeten dan terampil serta siap berwirausaha mandiri.

Gedung Direktorat Politeknik Banjarnegara yang berlokasi di Kelurahan Kenteng, Kecamatan Madukara, Banjarnegara ini memiliki fasilitas berupa laboratorium kebidanan terlengkap di Jawa Tengah. Sejak awal berdiri sampai saat ini, laboratorium kebidanan milik Politeknik Banjarnegara terlengkap dan tercanggih di Jawa Tengah.

“Terdapat lebih dari 8 jenis laboratorium kebidanan di sini dan sejumlah institusi termasuk Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan, tidak jarang memanfaatkan peralatan laboratorium kampus Politeknik tersebut yang digunakan untuk kegiatan pelatihan,” tuturnya.

Politeknik Banjarnegara pun telah bermitra dengan 2 kampus besar di Hiroshima Jepang dengan melakukan kerjasama pendidikan dan riset dengan kampus Hiroshima University dan Hijiyama University dan Junior College di kota Hiroshima di Jepang.

“Melalui Institute for Radiation Biology and Medicine dan Chemistry Group-Professor Nakashima Lab di Hiroshima University, kegiatan kuliah umum dan joint-seminar telah dilaksanakan di kampus Politeknik Banjarnegara maupun di Hiroshima,” kata Tuswadi.

Hijiyama University setiap tahun menghadirkan Profesor ke kampus Politeknik untuk joint-research dan teacher untuk training seputar peningkatan kapasitas guru dalam pendidikan kebencanaan.

Ini karena Politeknik merupakan Center of Excellence for Disaster Education (Pusat Keunggulan Pendidikan Kebencanaan) mengingat posisi kabupaten Banjarnegara terletak di daerah rawan bencana. Dalam situasi normal, para dosen dan mahasiswa Politeknik berkesempatan melakukan academic trip ke kedua universitas tersebut.

Terakreditasi Institusi dan Program Studi
Mutu proses dan hasil pendidikan Politeknik tidak diragukan, karena institusi Politeknik telah terakreditasi B oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan ketiga program studi yang ada terakreditasi B dan B Sekali oleh BAN PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes).

Para dosen yang profesional berlatar belakang pendidikan S-2 dan S-3, lulusan dari kampus-kampus ternama. Termasuk Direktur Politeknik Banjarnegara, Dr Tuswadi yang juga merupakan seorang ilmuwan bergelar Doktor Pendidikan lulusan PTN tersohor di Jepang, Hiroshima University.

“Wisuda Diploma Tiga Politeknik Banjarnegara fokus pada kualitas lulusan yang siap kerja. Setiap angkatan pada tiap kelas, jumlah mahasiswa Politeknik dibatasi maksimal 30 orang,” tandasnya.

Hal itu untuk menjamin masing-masing mahasiswa dapat terlayani dengan optimal mengingat proses perkuliahan mengedepankan skills atau praktik sehingga tiap-tiap mahasiswa benar-benar mendapatkan pembelajaran dan pelatihan yang efektif baik di dalam maupun di luar kampus.

“Mereka diproyeksikan menjadi ahli madya kesehatan atau pertanian yang handal, produktif, dan kompeten sehingga cepat terserap di dunia kerja baik sebagai ASN/PNS, pegawai, atau wirausahawan mandiri,” terangnya.

Lulusan Politeknik memiliki masa tunggu relatif singkat untuk bekerja selepas wisuda. Selain itu, juga mempunyai Persemaian Kacang Termahal di Dunia.

Persemaian Banjarnegara itu hasil kerjasama Politeknik Banjarnegara dengan Balai Pengendali Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu Opak Progo yang tebentang di area kampus Politeknik menyemai puluhan ribu berbagai jenis bibit pohon untuk kepentingan konservasi dan bisa diakses gratis oleh masyarakat umum.

Yang paling fenomenal adalah persemaian kacang macadamia asli Australia yang harga per kilo Rp 300 ribu. Ribuan Bibit pohon kacang Macadamia dari Politeknik telah didistribusikan ke daerah-daerah dataran tinggi baik di dalam dan luar kabupaten Banjarnegara termasuk lintas provinsi.

Sebagai tanaman produktif penaung kopi, kentang, dan sayur mayur, nilai ekologis, konservasi maupun nilai ekonomi kacang Macadamia sangatlah tinggi.

“Saya mengajak lulusan SLTA di manapun berada untuk cerdas menentukan Politeknik Banjarnegara sebagai destinasi studi lanjut raih D-3,” ajaknya.

Menurutnya, di zaman sekarang, semua harus serba cepat, serba efektif, tanpa perlu boros boros biaya. Cukup 3 tahun kuliah di Politeknik.

“InsyaAllah cepat berkarir sesuai cita-cita. Kami jamin,” ujarnya. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *