28/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Pertamina Cilacap Gelar Pelatihan dan Manajemen Budidaya Tambak di Kutawaru

CILACAP (BANYUMAS POS) – Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap menggelar Pelatihan dan Manajemen budidaya tambak ikan di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Senin (13/04/21).

Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi warga yang tergabung dalam Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Masyarakat Mandiri Kutawaru (Mamaku), yang berada di wilayah ring 1 operasional perusahan.

Kegiatan dihadiri, CSR & SMEPP Officer Pertamina RU IV, Dian Kuswardani, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta dua orang dari Dinas Perikanan, Indarto dan Sudarto selaku narasumber.

Lurah Kutawaru, Slamet menyampaikan terimakasih dan apresiasi tinggi kepada Pertamina yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan pada pengembangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pengembangan dan pemberdayaan masyarakat ini juga bisa meluas ke kelompok lain agar program ini berkelanjutan,” ucapnya.

Slamet menjelaskan Kelurahan Kutawaru memiliki potensi perikanan mangrove, seperti kepiting dan udang yang layak dikembangkan bahkan menjadi sentra dan oleh-oleh khas.

“Saat ini masyarakat perlu digerakkan untuk memanfaatkan potensi yang ada agar lebih maksimal, seperti melalui pelatihan dan manajemen budidaya kali ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Ditiasa Pradipta menyambut antusias rencana kerja Pertamina RU IV melalui pelatihan dan manajemen budidaya tambak ikan ini.

“Kami sangat mendukung program ini dan siap membantu sepenuhnya sesuai tugas pokok dan fungsi Dinas Perikanan. Harapannya tentu peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU IV, Hatim Ilwan mengatakan, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu tanggung jawab perusahaan, di samping tugas utama menyediakan energi untuk kebutuhan Nasional.

“Di Kelurahan Kutawaru ini kami mengoptimalkan potensi lokal yang ada sesuai karakter dan ciri khas wilayah. Dengan demikian terbentuk masyarakat yang mampu berdaya dan mandiri, sebagaimana tujuan program Mamaku,” jelasnya.

Acara diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) Rencana Strategis Tanggung Sosial Lingkungan (Renstra TJSL), dihadiri oleh sekitar 30 warga setempat dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *