17/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Pemkab Cilacap Launching Aplikasi Stasiun Pemadam Kebakaran Terpadu

CILACAP (BANYUMAS POS) – Pemkab Cilacap melakukan penandatanganan naskah kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama, dilanjutkan launching (peluncuran) aplikasi Stasiun Pemadam Kebakaran Terpadu (Satkar Taru) di halaman Pendopo Wijayakusuma Sakti Cilacap, Rabu (16/6/2021).

Kegiatan dihadiri, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Kasdim 0703/Cilacap, Mayor Inf Abdul Asis Lallo, Kepala Akun Lanal Cilacap, Kapten Laut (S) Dodi, Kasat Sabhara Polres Cilacap, AKP Tusiran dan Sekretaris Daerah Cilacap, Farid Ma’ruf.

Tampak hadir, Kepala Basarnas Cilacap I Nyoman Sidakarya, Kepala Satpol PP Cilacap Yuliaman Sutrisno, para Asisten Sekda Cilacap, para kepala OPD, dan perwakilan BUMN/BUMD se-Kabupaten Cilacap.

Dalam Apel Bersama, dipimpin langsung bupati dan diikuti anggota gabungan dari Kodim 0703 Cilacap, Lanal Cilacap, Polres Cilacap, Satpol PP Cilacap, Dishub Cilacap, Satlinmas Cilacap, Basarnas Cilacap dan regu Damkar Cilacap.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan, secara pribadi dan atas nama jajaran Pemkab Cilacap, menyambut baik dan mengucapkan selamat atas penandatanganan naskah kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama, dilanjutkan launching aplikasi Satkar Taru.

“Besar harapan saya, keberadaan aplikasi ini akan meningkatkan layanan pelaksanaan pemadam dan pengendalian kebakaran melalui pemberdayaan sumber daya secara terpadu,” kata Bupati.

Menurutnya, Kabupaten Cilacap memiliki potensi besar untuk beragam aktivitas berskala nasional. Misalnya keberadaan kilang minyak dengan kapasitas produksi mencapai 400.000 barrel per hari yang menyuplai 30 persen kebutuhan minyak nasional, dan PLTU yang terkoneksi dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali.

“Karena itu, Pemkab Cilacap berkomitmen terus mengembangkan sektor industri baru untuk mempermudah investasi dalam skala yang lebih besar,” tandasnya.

Bupati menambahkan, dalam dunia industri, keselamatan kerja merupakan hal yang harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan. Salah satu potensi bahaya dalam industri yang harus mendapatkan perhatian besar yaitu potensi terjadinya kebakaran di tempat kerja.

Selanjutnya, dikatakan, kebakaran adalah suatu musibah yang menimbulkan berbagai macam kerugian yang bersifat ekonomi maupun non ekonomi, seperti sakit, cedera, bahkan meninggal dunia. Sedangkan kebakaran perusahaan adalah suatu hal yang sangat tidak diinginkan.

Bagi tenaga kerja, kebakaran perusahaan merupakan penderitaan dan malapetaka khususnya terhadap mereka yang tertimpa kecelakaan dan dapat berakibat kehilangan pekerjaan, sekalipun mereka tidak menderita celaka.

“Akibat kebakaran, hasil usaha dan upaya yang sekian lama atau dengan susah payah dikerjakan dapat menjadi hilang sama sekali. Jerih payah berbulan-bulan atau bertahun-tahun dapat musnah hanya dalam waktu beberapa jam atau kadang-kadang beberapa menit saja,” jelasnya.

Berdasarkan data, angka kejadian kebakaran pada tahun 2018 sebanyak 110 kejadian dengan kerugian mencapai Rp 25.543.290.000,00 pada 2019, meningkat menjadi 123 kejadian dengan kerugian mencapai Rp 6.893.250.000,00 dan pada 2020 menurun menjadi 64 kejadian dengan tingkat kerugian mencapai Rp 3.095.000.000,00.

Tatto berharap kepada dunia usaha, khususnya yang memiliki unit layanan pemadam kebakaran agar ikut terlibat dan berkomitmen yang sama bahwa urusan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama semua pihak. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *