29/05/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Pemkab Cilacap Gelar Rakor Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Cilacap (Banyumas Pos) – Sebanyak 73 desa di Kabupaten Cilacap tercatat sebagai Desa Miskin dalam data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Cilacap menggelar Rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan kemiskinan Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2021.

Rakor digelar Pemkab Cilacap di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cilacap diikuti 83 orang terdiri dari 12 orang hadir secara langsung dan 71 mengikuti secara daring di OPD masing-masing, Kamis (27/5/2021).

Tampak hadir, Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, Sekretaris Daerah, Farid Ma’ruf, Kepala Bappeda, Sumbowo, Kabiro Kesra Setda Pemprov Jateng, Imam Maskur sebagai Narasumber serta para pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman menyampaikan bahwa dalam 3 tahun terakhir, tahun 2017 hingga tahun 2019, presentase jumlah penduduk miskin trennya cenderung menurun.

Pada Tahun 2019, persentase dan jumlah penduduk miskin dapat diturunkan menjadi 10,73% atau 185.180 jiwa penduduk miskin dengan target RPJMD 13,54%, sehingga target sudah tercapai.

Lebih lanjut, angka tersebut berada dibawah angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 10,80%, namun masih di atas angka kemiskinan nasional yaitu sebesar 9,41%.

Kemudian, tahun 2020, presentase penduduk miskin naik yaitu sebesar 11,46% atau 198.600 jiwa penduduk miskin dengan target RPJMD 13,34%.

“Angka tersebut berada di atas angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 11,41%, dan angka kemiskinan nasional yaitu sebesar 9,78%. Kenaikan ini salah satunya disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabiro Kesra Setda Pemprov Jateng, Imam Maskur dalam paparannya menjelaskan bahwa hasil pemetaan Desa Merah di 14 Kabupaten Prioritas di Jawa Tengah diperoleh hasil bahwa terdapat penurunan jumlah desa merah dari 745 desa pada tahun 2018 menjadi 693 desa merah pada tahun 2019.

Namun, pada tahun 2020 bertambah menjadi 764 desa merah dan ternyata hal tersebut karena Kabupaten Cilacap berubah status menjadi Kabupaten merah sehingga Kabupaten Prioritas bertambah 1 menjadi 15 Kabupaten.

“Kabupaten Cilacap bertambah sebanyak 73 desa, sehingga total menjadi 764 desa merah,” kata Imam.

Berdasarkan Surat Wakil Gubernur Nomor : 460/0004858 tanggal 25 Maret 2021 kepada 15 Kabupaten Prioritas perihal pemberitahuan Desa Dampingan tahun 2021 untuk penanggulangan kemiskinan, bahwa Biro Kesra Kabupaten Cilacap untuk membina Desa Karangtengah Kecamatan Sampang dan Dinas ESDM Kabupaten Cilacap untuk membina Desa Gentasari Kecamatan Kroya.

Sekretaris Daerah Cilacap, Farid Ma’ruf mengatakan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 memang sangat luar biasa untuk segala aspek di Kabupaten Cilacap.

Hal tersebut membuat Kabupaten Cilacap masuk dalam Kecamatan merah, sehingga dilakukan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Cilacap.

“Strateginya yaitu dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil, serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan,” ungkapnya.

Kepala Bappeda Cilacap, Sumbowo mengatakan program penanggulangan kemiskinan Kabupaten Cilacap tahun 2021 diantaranya dengan intervensi sejumlah kegiatan seperti meningkatkan program Jamkesda atau PBI JKN.

Adapun, program RTLH, BSPS, program KIP SD atau MI, KIP SMP atau MTS dan sejumlah program bantuan sosial seperti bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan non tunai (BPNT), KJS dan PKH.

Sumbowo juga menyampaikan bahwa Pemkab Cilacap akan mempercepat aksi dan juga mengeksekusi agar lebih cepat dalam penanggulangan kemiskinan. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *