18/05/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Pemda Diminta Waspada Lonjakan Covid-19 Pasca Lebaran

CILACAP (BANYUMAS POS) – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji bersama jajaran Forkopimda mengikuti Rakor yang digelar secara virtual di Ruang Gadri, Rumah Dinas Bupati Cilacap, Senin (18/5/2021).

Rakor dipimpin langsung Presiden RI, Joko Widodo diikuti Kepala Daerah se-Indonesia secara virtual.

Dalam kesempatannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan prediksi Pemerintah terkait potensi lonjakan jumlah kasus Covid-19 selama libur hari raya Idul Fitri 1442 H.

Perkiraan lonjakan tersebut berdasarkan data jumlah masyarakat yang mudik sejak tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021 yang mencapai 1,5 juta orang.

“Meski saat sosialisasi larangan mudik, keinginan mudik sudah turun hingga 7%, pada pelaksanaannya juga turun hingga 1,1%. Angka ini masih tinggi, sekitar 1,5 juta orang,” kata Jokowi.

Presiden berharap hal ini tidak meningkatkan kasus aktif yang sejak puncaknya pada 5 Februari sebanyak 176 ribu kasus aktif sudah turun sekitar 48% atau 90.800 kasus.

“Semuanya hati-hati, kasus per provinsi kita sudah komplit. Ada 15 provinsi yang harus berhati-hati karena mengalami peningkatan,” imbuhnya.

15 provinsi diantaranya adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Maluku, Banten, NTB, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

Di sela-sela kesempatan, presiden juga menyampaikan mengenai pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2020 yakni 2,97%. Kemudian di kuartal kedua, turun menjadi minus 5%. Untuk kuartal pertama 2021, masih minus 0,74%, sedangkan target kuartal kedua sekitar diatas 7%.

“Seluruh Gubernur, Bupati, dan Walikota memiliki tanggung jawab yang sama dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional. Saya meyakini target itu bisa tercapai. Yang penting, tetap harus hati-hati sehingga penanganan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi bisa sejalan seiring,” ungkap presiden.

Sementara, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan pimpinan daerah harus mampu menghadapi pandemi untuk menyelamatkan masyarakat.

“Tiga bulan terakhir Indonesia mampu menekan dengan kegiatan PSBB dan PPKM Skala Mikro. Untuk itu, setiap minggu digelar rakor mulai pusat hingga daerah,” jelasnya.

Tito menambahkan, ada 4 indikator dalam penanganan Covid-19 oleh kepala daerah, salah satunya angka recovery harus naik. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *