24/05/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Pemberangkatan 52 Santri se-Eks Distrik Majenang Menuju Ponpes Lirboyo, Ini Kata Tety

Cilacap (Banyumas Pos) – Babinsa Koramil/13 Majenang Pelda Muriyanto bersama aparat terkait lainnya memantau Pemberangkatan 52 Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo se-Eks Distrik Majenang di Aula SMP Diponegoro Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (23/5/2021) malam.

Acara dihadiri, Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Tety Rohatiningsih, Camat Majenang, Iskandar Zulkarnaen, Bhabinkamtibmas Polsek Majenang, Aiptu Kusriyanto, Kepala Desa Sindangsari, Amid, Rois Syuriyah MWC NU Majenang, KH Musbihin dan Rois Syuriyah MWC NU Cimanggu, KH Ali Mushobar.

Tampak hadir, Ketua MWC NU Majenang, KH Hizbulloh Huda, Ketua MWC NU Cimanggu, KH Saiful Majid Darkino, Ketua Himasal Distrik Majenang, Gus Junaidi Abdillah, Pengasuh Pontren Pembangunan Miftahul Huda Majenang, KH Mazin Al Hajir dan KH Muhamad Salim dan para santriwan/santriwati beserta walisantri.

Ke 52 Santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo se-Eks Distrik Majenang tersebut akan meneruskan untuk menimba ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam kesempatannya, Ketua MWC NU Majenang oleh, KH Hizbulloh Huda berpesan kepada para santri agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bersungguh-sungguh dalam menyerap ilmu serta patuh kepada para guru.

“Jadi santri itu tidak harus pinter, tapi yang paling penting adalah taat pada gurunya,” kata KH Hizbulloh Huda.

Dia menambahkan, selain itu, seorang santri makananya mengaji. Oleh karenanya jadilah santri yang mempeng (bersungguh-sungguh) ngajinya, bukan mempeng matanya merem kakinya lempeng atau sukanya tidur, karena itulah kelebihan seorang santri.

Sementara, Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Tety Rohatiningsih menyampaikan bahwa santri merupakan generasi penerus para ulama yang kelak akan memimpin umat.

Dia menghimbau agar para santri dididik dengan baik sehingga menjadi insan yang berakhlak agar nantinya muncul bibit-bibit pemimpin yang amanah.

“Apa yang sedang ditempuh para santriwan dan santriwati adalah jalan yang benar, menuntut ilmu yang berguna untuk dirinya, agamanya dan lebih luas dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Tery berharap, kelak para santri akan menjadi generasi Indonesia masa depan yang berakhlakul karimah. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *