20/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Pantau Perkembangan Situasi, Danrem 071/Wijayakusuma Tinjau Posko PPKM Kraton Tegal

TEGAL (BANYUMAS POS) – Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin didampingi Dandim 0712/Tegal, Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar dan Kapolresta Tegal, AKBP Rita Wulandari Wibowo meninjau Posko PPKM guna memastikan PPKM Mikro tersebut berjalan di Kelurahan Kraton Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal, Sabtu (19/6/2021).

Kunjungan peninjauan Danrem 071/Wijayakusuma disambut Kasdim 0712/Tegal, Wakapolresta Tegal dan Camat Tegal Barat diwakili Kasi Pemerintahan Kecamatan Tegal Barat beserta Forkopimcam Tegal Barat serta Lurah Kraton.

Diawali dengan peninjauan ruang Posko PPKM Mikro Kelurahan Kraton dan paparan singkat terkait penanganan Covid-19 zona merah dan pencegahannya oleh Forkopimcam Tegal Barat kepada Danrem 071/Wijayakusuma.

Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin dalam arahannya kepada Forkopimcam Tegal Barat menyampaikan, agar semua masyarakat termasuk didalamnya aparat kewilayahan mentaati aturan yang ada terkait pandemi Covid-19 dengan Protokol kesehatannya.

“Covid-19, musuh kita bersama yang tidak terlihat, karenanya kita semua harus dapat memerangi musuh ini, dengan cara mentaati dan menegakkan peraturan yakni disiplin Protokol kesehatan. Saya apresiasi atas kerjasama tiga pilar disini yang sudah berkolaborasi bersama menegakkan aturan ini. Sinergitas TNI, Polri dan aparat kewilayahan yang lain harus terus dijaga dan tetap solid,” kata Danrem.

Kolonel Dwi Lagan menambahkan, begitu pula ditingkat paling bawah dari RT, RW dan Desa/Kelurahan bersinergi dan peduli serta bekerjasama untuk bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19 saat ini.

Lebih lanjut, Danrem menekankan agar pihak terkait memberikan edukasi dan sosialisasi yang humanis, apa dan bagaimana Covid serta bahayanya Covid-19 bagi kita semua. Tekankan hal tersebut kepada warga masyarakat agar warga masyarakat mematuhi aturan dengan disiplin Protokol kesehatan.

“Kita juga tidak mengehendaki, jangan setelah kena Covid baru mereka sadar akan bahayanya Covid ini. Karenanya, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta prajurit BKO penanganan Covid-19 ini harus aktif mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Yang terpenting adalah menjaga kesehatan diri, jangan sampai terkena Covid dengan bersama-sama mengingatkan satu sama lain untuk saling menjaga diri, saling memberikan edukasi dan memberikan pemahaman kepada warga masyarakatnya serta berani membatasi aktifitas warga.

Masyarakat juga diminta wajib bermasker dan menghindari kerumunan, agar hal tersebut tidak terjadi di Kelurahan Kraton.

Ia berharap, data tracing masyarakat harus sesuai data valid dan terus ditindaklanjuti di Puskesmas. Karena data tersebut bila tidak valid, penanganannya baik isolasi mandiri maupun yang lain akan sulit dipantau.

“Saya minta kepada aparat terkait dan Puskesmas dalam penanganannya ini, bila ada warga masyarakat terpapar, tracingnya harus dijemput di rumah masing-masing agar tidak menyebar wabahnya ke yang lain, dan terpusat isolasinya,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 0712/Tegal dihadapan Danrem 071/Wijayakusuma melaporkan kondisi saat ini di Kelurahan Kraton ada 17 warga terpapar Covid. Pihaknya sudah mengecek alat- alat untuk menghadapi kemungkinan meledaknya Covid 19 di Kota Tegal, dan bersama Kapolresta selalu bersinergi dalam melaksanakan kegiatannya.

Menurut Dandim, pihaknya juga sudah melaksanakan penjemputan kepada orang-orang yang melaksanakan isolasi mandiri, namun tidak mau diisolasi terpusat. “Alhamdulillah dengan pendekatan kita secara humanis dapat kita jemput dan isolasi terpusat”, katanya.

“Mulai hari ini, segera dijadwalkan tindakan- tindakan apa yang harus dilaksanakan untuk antisipasi terjadinya peningkatan yang terpapar Covid 19,” terangnya.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo mengatakan, dalam kegiatan ini terkait program Vaksinasi sampai saat ini sudah banyak dilakukan ke masyarakat.

Dijelaskan, wilayahnya terkepung zonasi merah,sementara kekurangan tempat isolasi. Oleh karenanya ia menekan dan mendorong Rumah Sakit untuk lebih menyiapkan sarana prasarana penampungan Covid yang sakit parah

“Kita intervensi bagi keluarga yang terpapar Covid tapi tidak mau di isolasi, kalaupun tidak mau diisolasi terpusat pasti kami bersama TNI dan pemerintahan akan jemput, terimakasih karena mendapat bantuan BKO dari TNI, kami selalu bersinergi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dikatakan, kolaborasi 3 Pilar sudah terjalin dengan baik selama ini untuk menanggulangi angka penyebaran Covid-19.(dl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *