19/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Oknum Wartawan Diduga Menipu, Dilaporkan ke Polisi

WONOSOBO (BANYUMAS POS) – Sudarso (56) warga Desa Garung, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo mendatangi Polsek Sukoharjo guna mengadukan permasalahan yang dialaminya yakni penipuan yang diduga dilakukan oleh seorang lelaki berinisial YK (45) warga Desa Besani, Kecamatan, Leksana, Wonosobo, Sabtu (18/4/2021).

Menurut informasi, dugaan penipuan yang dilakukan YK tersebut terkait jaminan rumah milik korban Sudarso yang dilelang oleh PNM Ulam pada bulan September 2019 silam.

Sudarso didampingi dua pengacara yakni Harmono dan Syaeful Munir menyampaikan, kasus penipuan dan penggelapan tersebut bermula ketika dirinya merasa ada masalah karena kemacetan jaminan di Bank BUMN PNM Ulam yang telah di lelang dan ada pemenang lelang sekitar tahun 2019.

Kemudian pelaku YK mengatakan kepada Sudarso bahwa dirinya dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan meminta imbalan sebesar Rp 105 juta, namun hingga kini permasalahan tersebut tak kunjung selesai.

Korban menilai adanya dugaan penipuan dan penggelapan uang miliknya yang dilakukan oleh YK. Lelaki tersebut diketahui merupakan oknum wartawan.

“Kami telah mengadukan oknum wartawan tersebut yang diduga telah melakukan penipuan terhadap klien kami berupa pengurusan penyelesaikan jaminan tanah yang telah dilelang oleh PNM Ulam pada bulan September 2019 silam,” kata Harmono selaku tim kuasa hukum Sudarso.

Menurutnya, kliennya sudah menyerahkan uang sekitar Rp105 juta kepada pelaku, namun uang tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Dia menjelaskan, pelaku ini disinyalir merupakan seorang oknum wartawan yang menawarkan jasanya bak seorang pengacara, dengan mengiming-imingi dapat menyelesaikan permasalahan dan kliennya merasa terbantukan sehingga menyerahkan imbalan uang sebanyak Rp 105 juta sesuai permintaannya yang tertulis di kwitansi dengan nominal Rp 80 juta. Sedangkan 20 juta sisanya untuk pengacara dan 5 juta dipinjam oleh si pelaku. Pelaku diduga seorang oknum Wartawan.

“Kemudian, pelaku ini meminta uang pengurusan dan menemui kliennya pada hari Sabtu tanggal 07 September 2019 silam Pukul 19.30 WIB. Dirumah korban, pelaku meminta uang sebanyak Rp 50 juta namun ditulisnya Rp 30 juta dalam kwitansi. Rp 20 juta sisanya untuk pengurusan biaya pengacara,” imbuhnya.

Selanjutnya, pada Jumat 20 September 2019 pelaku tersebut menemui korban dirumahnya lagi pukul 20.00 WIB. Kemudian korban memberikan sisanya sebanyak Rp 55 juta ditulis dalam kwitansi Rp 50 juta. Sisa uang Rp 5 juta yang dipinjam pelaku tidak tertulis dalam kwitansi.

“Setelah saya merasa ditipu karena tidak ada titik terang yang dijanjikan oleh pelaku ini bahwa akan menggembalikan uang saya pada akhir Maret kemarin, kemudian saya pun menemui pengacara di Kantor DPC Ikadin Banjarnegara untuk berkonsultasi. Saat sudah berusaha untuk menagihnya kepada pelaku, namun saya justru dimarahin oleh pelaku,” kata Sudarso selaku korban.

Setelah adanya solusi, kemudian Sudarso meminta untuk didampingi dalam pelaporannya atas penipuan yang telah dialaminya tersebut ke pihak kepolisian.

“Berdasarkan bukti yang ada, alat bukti yang cukup berupa kwitansi dan keterangan korban serta adanya saksi, sebelumnya kami sudah melakukan somasi kepada pelaku namun tidak ada titik terang sehingga kami melaporkan hal ini ke Polsek Sukoharjo,” ucap Harmono

Atas kejadian tersebut, korban beserta tim kuasa hukumnya melapor atas dugaan penipuan dan apabila terbukti pelaku YK dapat dijerat dengan pasal penipuan 378 dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Harmono mengatakan, selain Sudarso masih ada sejumlah orang yang melaporkan kasus serupa di Wilayah Wonosobo.

“Kalau dari data yang kami peroleh pelaku belum memperoleh sertifikat sarjana hukum dan diketahui berkuliah di Unsiq namun sudah bertindak seolah-olah melakukan kerja seperti pengacara,” pungkasnya.

Sementara, Kanit Babinkantibmas Polsek Sukoharjo, Bribda Agung Sudrajat mengatakan, pelaku YK pernah menjalani pidana terkait masalah yang sama di polres Wonosobo. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *