25/11/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Mahasiswa Kebidanan Politeknik Banjarnegara Dikenalkan Medical Plants Gardening 

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Program studi D3 Kebidanan Politeknik Banjarnegara di Jawa Tengah memiliki visi melahirkan para calon tenaga bidan kompeten, handal dan produktif dalam bidang kebidanan komunitas. Untuk mewujudkannya, dilakukan melalui sejumlah terobosan termasuk mengintegrasikan keterampilan hidup (life skills) dalam proses perkuliahan.

Seperti pada semester gasal ini, Mata Kuliah Bahasa Inggris sebanyak dua SKS yang diampu oleh Dr Tuswadi, juga memasukan muatan keterampilan hidup ciri khas tenaga bidan yakni berkebun tanaman obat (Medical Plants Gardening).

“Mata kuliah bahasa Inggris untuk Kebidanan (English for Midwifery) yang saya ampu disusun dengan sangat terstruktur dengan memadukan empat keterampilan berbahasa Inggris yakni listening, speaking, reading, and writing dihubungkan dengan dunia medis kebidanan,” jelas Dr Tuswadi yang juga menjabat sebagai Direktur Polibara.

Selama 9 kali tatap muka, lanjut Dr Tuswadi, para mahasiswa dilatih agar lancar dan fasih berbahasa Inggris membahas isu-isu seputar pelayanan kebidanan. Lebih banyak praktik sebesar 70 persen melalui presentasi dan menghasilkan produk. Untuk Tema Global Water Crisis, para mahasiswa Kebidanan dipahamkan pentingnya eksistensi air bersih bagi kehidupan manusia termasuk ibu hamil dan anak.

Di banyak negara yang kekurangan air bersih tidak sedikit ibu hamil yang mengalami masalah persalinan dan dalam menyusui bayi. Seperti diketahui 60 persen bagian dalam tubuh manusia adalah air sehingga tanpa konsumsi air bersih yang memadai akan menimbulkan banyak masalah kesehatan termasuk kematian.

“From 70 persen of water in this earth, only 1 persen of it is fresh water. Most of water in this earth is salty water and frozen one,” jelas Dr Tuswadi di hadapan mahasiswa yang diajarnya dalam bahasa Inggris.

Untuk memadukan keterampilan hidup dalam perkuliahan bahasa Inggris, para mahasiswa menggunakan 30 menit pertama sebelum jam kuliah (07.30-08.00) untuk praktik. Kemarin (24/11) para mahasiswa praktik mengenal kebun sayur dan obat sederhana di lingkungan Politeknik sambil belajar menyiangi perdu-perdu sehingga tanaman cabe dan yang lainnya dapat tumbuh subur.

“Saya suka berkebun jadinya dan paham bahwa seorang calon bidan harus pintar berkebun untuk menjamin ketersediaan tanaman obat seperti kunyit, kencur, daun mint, termasuk sayur bergizi seperti tomat, cabe, dan yang lainnya. Mulanya saya kaget, kok kuliah bahasa Inggrisnya ada kegiatan berkotor-kotor di kebun. Ternyata memang harus begitu. Di Politeknik, dosen-dosennya keren keren dan kreatif!” kata Wantri, mahasiswi Kebidanan semester 3 bangga.

Tahun 2020 salah satu dosen Kebidanan Politeknik Banjarnegara, Dewie Sulistyirini, M.Kes, tampil di seminar internasional di Hiroshima Jepang. Dia membahas penggunaan tanaman obat (daun jambu biji) untuk mengatasi diare pada balita. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *