03/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

LSM GMBI KSM Kesugihan Bersama Ketua Investigasi KSM Jeruklegi Kembali Datangi Kantor Kejaksaan

CILACAP (BANYUMAS POS) – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia, Kelompok Swadaya Masyarakat (LSM GMBI KSM) Kesugihan kembali mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap, Senin (2/8/2021). Kedatangannya bersama Ketua Investigasi KSM Jeruklegi, Slamet.

Wahidin selaku pengamanan KSM GMBI Kesugihan juga Ketua Tim Investigasi saat ditemui awak media menjelaskan, kedatangannya beserta jajaran dan Ketua Investigasi KSM Jeruklegi ke kantor Kejaksaan untuk mengontrol kembali pihak Kejaksaan dan Inspektorat dalam menangani laporan masyarakat beberapa bulan yang lalu.

“Kami juga mendapat instruksi dari Ketua Umum Wilter Jawa Tengah, jika sebentar lagi tidak ada realisasi, kami akan mengadakan demo besar-besaran se-Jawa Tengah untuk bergabung dengan masyarakat Kesugihan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Investigasi KSM Jeruklegi, Slamet menyampaikan, pihaknya telah menghadap Hendra selaku Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri. Dalam pertemuannya, Kasi Pidsus mengatakan bahwa kasus sedang berjalan, termasuk kasus Desa Sumingkir.

“Sekarang kasusnya sudah di Inspektorat dan pihak Inspektorat sedang menggali bukti-bukti yang jelas. Artinya sedang diadakan audit. Setelah audit diterima oleh Kejaksaan kemudian dilakukan gelar perkara,” katanya.

LSM GMBI KSM Kesugihan diminta oleh pihak Kejaksaan untuk menghadap kembali ke kantor Kejaksaan Negeri pada tanggal 18 Agustus mendatang.

Slamet menegaskan, pihaknya akan tetap berjuang sampai ke tingkat persidangan, supaya duduk perkaranya jelas, apakah pihak Desa melakukan tindak pidana atau tidak.

“Biar aparat hukum yang menentukan. Kami kan tidak tahu apakah ini tindakan melawan hukum atau tidak. Dan kami terus mengawal sampai ada kepastian bahwa penyelesaian ini betul-betul selesai dan sudah ada kekuatan hukum. Itu yang terus kami perjuangkan,” tandas Slamet.

Mereka berharap Kejaksaan benar-benar memperhatikan dan menindaklanjuti kasus tiga Desa yakni Desa Sumingkir, Kesugihan Kidul dan Paketingan tersebut sampai selesai.

LSM GMBI sudah lama menunggu satu tahun lamanya. Karena ini dalam situasi pandemi sehingga ada pembatasan-pembatasan. Namun pihak Kejaksaan sudah mengatakan sambil menunggu ada kelonggaran, setelah itu akan dilakukan gelar perkara. Sebab gelar perkara melibatkan banyak orang, sehingga masih ada peraturan-peraturan yang harus ditaati.

Lebih lanjut, dikatakan, keinginan dari LSM GMBI adalah penyelesaian. Apapun bentuk penyelesaiannya nanti, yang penting sudah ada penyelesaian dan pihaknya akan menerima hasilnya.

“Dinyatakan bersalah atau tidak kami tidak tahu. Yang bisa menyatakan benar atau salah kan dari pengadilan yang punya kewenangan itu. Kami hanya berharap penyelesaian ini betul-betul diselesaikan, jadi tidak mangkrak,” ujarnya.

Wahidin menambahan, pihaknya bergerak berdasarkan pengaduan masyarakat. Apa yang harus dijalankan, apa langkah berikutnya dan apa yang harus ditempuh pihaknya akan berkoordinasi lagi. “Intinya kita akan kawal terus hingga tuntas,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilacap T Tri Ari Mulyanto melalui Kasi Pidsus Muhammad Hendra Hidayat membenarkan pengurus GMBI KSM Kesugihan dan Jeruklegi menanyakan terkait dugaan penyelewengan di desa masing-masing, Sumingkir dan Kesugihan Kidul.

“Mereka menanyakan perkembangan penanganan indikasi dugaan tindak pidana korupsi di Sumingkir dan Kesugihan Kidul,” jelasnya.

Hendra mengatakan bahwa proses hukum telah berjalan sesuai on the track. Untuk Kesugihan Kidul, tim jaksa sudah pernah ke lapangan bersama auditor dari Inspektorat melakukan pengumpulan data, bahan, dan keterangan.

“Saat ini posisinya Inspektorat masih melakukan audit dan hasilnya mungkin dalam waktu dekat LHP-nya ada, termasuk yang Sumingkir juga,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *