27/11/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

LSM GMBI Distrik Banjarnegara Mengecam Keras Tindakan Kekerasan Dan Penganiayaan

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Ketua Distrik LSM GMBI Banjarnegara mengecam atas insiden kekerasan dan penganiayaan yang mengakibatkan anggota LSM GMBI Achmad Sudir (41) meninggal dunia.

Ketua Distrik LSM GMBI Banjarnegara Widiana Kartika, SE menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di Karawang bukan bentrokan antar ormas seperti apa yang diberitakan beberapa media, namun murni pengeroyokan.

“Bentrok dan pengeroyokan itu beda. Kalau bentrok namanya adu tanding, ini anggota LSM GMBI satu mobil isinya ada empat orang tengah melintas dicegat lalu mobil di ancurin dan orangnya digebukin tanpa ampun sedikitpun dan disitu terlihat pembiaran dari Polisi. Anggota GMBI itu salah apa?,” kata Widiana.

Untuk itu, lanjut Widiana, dari Distrik Banjarnegara meminta baik Kapolri, Kapolda dan Kapolres Karawang segera melakukan penangkapan kepada pelaku yang ikut terlibat, serta pelaku intelektual atau dalang yang mengkomandoinya dan pemodal.

Dia menambahkan, sebab mereka yang tergabung dalam aliansi mengajukan demo di PT. Nipro sangat berbeda dengan kita. Menurutnya, hal ini adalah sebuah kejahatan dan murni perbuatan hingga menghilangkan nyawa orang lain yang tidak bersalah.

llok

“Tidak ada kata damai bagi kelompok orang yang sengaja dan tega menghilangkan nyawa orang lain yang tidak bersalah. Bila perlu hukum seberat-beratnya, termasuk bagi pihak-pihak yang ikut didalamnya harus ikut bertanggung jawab atas pengerahan massa gabungan atau aliansi yang tidak terkontrol itu,” tegasnya.

Widiana juga mengimbau kepada seluruh anggota LSM GMBI agar bisa menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Ia menyampaikan persoalan ini agar diserahkan kepada pihak Kepolisian sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Karena tujuan LSM GMBI dibentuk untuk menjaga, memelihara serta memperkuat persatuan dan kesatuan Bangsa, bukan dibentuk untuk anarkis, terlebih lagi yang bertentangan dengan Pancasila dan UU Dasar 1945,” jelasnya.

Lebih lanjut, dikatakan, LSM GMBI memiliki kewajiban untuk menjaga norma, etika dan nilai-nilai moral dalam hidup ditengah masyarakat, termasuk ikut serta terlibat dalam mewujudkan tujuan Negara. Utamanya menjaga ketertiban dan keutuhan bangsa.

“Sebuah organisasi bisa dibubarkan kalau sudah tidak sejalan dengan tujuan Negara, apalagi sudah menunjukan tendensi memecah belah persatuan Bangsa. Sekali lagi, tidak ada kaya damai, kami minta para pelaku di hukum seberat-beratnya, beserta dalang dibalik kejadian tersebut,” pungkasnya. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *