28/09/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Logo Baru Banjarnegara Masih Jadi Perdebatan, Ketua Pansus Tampung Aspirasi

BANJARNEGARA (BANYUMAS POS) – Wacana perubahan logo Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah pasca perubahan Hari Jadi semakin hangat dibicangkan berbagai kalangan di media sosial. Tampaknya, masih terjadi terjadi silang pendapat. Sementara Pansus DPRD Banjarnegara berjalan sesuai agenda yang telah ditentukan.

Pada Senin (27/9) kemarin misalnya, Pansus mengundang mantan wakil Bupati Banjarnegara Soehardjo, Direktur Politeknik Banjarnegara yang juga seniman, Dr Tuswadi dan budayawan Drajat Nusangkoso.

Menurut Soehardjo dan Dr Tuswadi, mereka sependapat agar logo tidak diubah, kecuali candra sengkala ‘wani memetri rahayuning praja’ agar disesuaikan dengan tahun hari jadi baru 1571.

“Logo itu dibuat ketika saya masih usia sekitar 10 tahun. Lewat sayembara, dan prosesnya panjang, satu tahunan. Dan pada tahun 1980 juga mengalami perubahan, ditambah candra sengkala” jelas Soehardjo, Selasa (28/9/2021).

Dr Tuswadi juga menyampaikan hal yang sama, jika logo Banjarnegara tidak perlu diubah karena sudah mewakili jiwa bangsa. “Logo yang lama banyak memuat unsur Pancasila. Juga dibuat oleh orang-orang yang tidak diragukan lagi kesalihan dan perjuangannya untuk bangsa ini,” katanya.

Tuswadi mengaku dirinya sudah perkenalkan logo Banjarnegara di forum-forum internasional yang diikutinya.

Berbeda dengan, Yelly Harmoko, Kepala Seksi Budaya dan Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. Ia menyampaikan sepakat dengan perubahan logo.

“Logo yang beredar di sosial media sebagai draft, kami sangat sepakat karena ada unsur candi Arjuna sebagai landmark Dieng,” tukasnya.

Secara politis, kata Yelly, logo baru ini akan memperkuat pengakuan bahwa Dieng, gugusan percandian adalah milik Banjarnegara. Ia l menambahkan, logo baru, mustinya menampilkan masterpiece atau karya besar leluhur yang tak lekang oleh zaman

Terpisah, Dhimas Ferdhianto dari Komunitas Cagar Budaya Banjarnegara selaku penggagas draft logo baru mengungkapkan, pihaknya menekankan unsur filosofis dan historis dalam pembuatan logo.

“Di sosial media ribut tentang usulan logo baru, tanpa tahu makna filosofi dan historisnya. Padahal kita berusaha memasukan unsur candi Arjuna sebagai sebuah mahakarya. Bukan tujuan mewakili agama tertentu.

Di sana juga ada keris, yang tadinya kita pakai Kyai Nogo Siluman, rencana kita ubah menjadi keris tanpa luk, yang melambangkan kepahlawanan Mangunyudha Seda Loji yang ketika berperang menggunakan keris tanpa luk.

Logo lama juga ada kelemahan, di sana ada gambar bangunan sivon buatan Belanda di bagian bawah gambar pohon beringin, yang sekarang sudah terendam oleh PLTA Mrica” jelas Dhimas. Sedang Drajat Nurangkoso dari dewan Kesenian Banjarnegara mengungkapkan, secara estetis ia lebih cenderung sepakat dengan logo baru.

Agus Junaidi, Ketua Pansus DPRD Banjarnegara, menyampaikan akan menampung semua aspirasi yang masuk. “Kesimpulannya rapat hari, kami akan menampung semua aspirasi masyarakat. Selanjutnya akan digelar rapat paripurna DPRD Kabupaten Banjarnegara,” kata Agus Junaidi. (Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *