10/11/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Lanal Cilacap Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Tahun 2021

CILACAP (BANYUMAS POS) – Pangkalan TNI AL atau Lanal Cilacap menggelar latihan penanggulangan bencana (Latgulben) tahun 2021. Latihan tersebut digelar di halaman Mako Lanal, Jalan Niaga, Cilacap, Senin (8/11). Rencananya latihan akan digelar selama 4 hari, Senin hingga Kamis (8-11/11).

Bertindak selaku Inspektur upacara (Irup), Danlanal Cilacap, Kolonel Laut (PM) Sugeng Subagyo, komandan upacara Mayor Laut Eko Budi S, dan perwira upacara Lettu Laut (P) Robertus Rio lndra Jaya.

Danlanal menyampaikan apresiasi yang tinggi atas diselenggarakannya kegiatan ini, di mana juga dihadiri Bupati Cilacap dan perangkat Pemerintah Kabupaten Cilacap. Juga diikuti stakeholder penanggulangan bencana alam di Pangkalan TNI AL.

“Latihan penanggulangan bencana dilaksanakan secara berkala, sebagai upaya kita semua dan segenap lapisan masyarakat untuk dapat lebih tanggap, lebih waspada, dan selalu siap siaga, serta memiliki pengetahuan yang memadai dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” katanya.

Dengan latihan ini, lanjut Danlanal, masyarakat dapat mengidentifikasi titik evakuasi dan perlindungan yang dinilai paling aman, sehingga pada akhirnya akan meminimalisir jatuhnya korban dan masyarakat diharapkan mulai terbiasa melakukan upaya mitigasi bencana, menuju Indonesia tangguh bencana.

Penanggulangan bencana alam atau mitigasi, tambah Danlanal, merupakan upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan harta benda. Akan lebih sedikit orang atau komunitas yang terkena dampak bencana alam dengan menggerakkan program mitigasi ini.

Cilacap sendiri merupakan daerah yang berpotensi terjadi bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, dan gelombang tinggi.

Dalam kurun waktu Januari sampai September 2021 saja telah terjadi 78 kali bencana dan menelan kerugian material mencapai lebih dari Rp 2 miliar.

Untuk itu, persiapan menghadapi bencana alam termasuk semua aktivitas yang dilakukan sebelum mengidentifikasi tanda-tanda bencana agar bisa memfasilitasi pemakaian sumber daya alam yang tersedia, meminta bantuan, dan rencana rehabilitasi.

“Cara dan kemungkinan yang paling baik yaitu kesiapan menghadapi bencana alam dimulai dari level komunitas lokal, dan apabila sumber daya lokal tidak mampu maka kita meminta bantuan ke tingkat nasional dan internasional,” pungkas Komandan Lanal Cilacap. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *