14/01/2022

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kurangi Longsong, Kades Sirau Minta Petani Menanam Buah

PURBALINGGA (BANYUMAS POS) – Kawasan Siregol arah Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga merupakan kawasan pegunungan yang sangat indah dan alami, namun sayangnya daerah ini merupakan daerah tanah yang rawan longsor.

Hal itu disampaikan Purnawan, S. Pd. I, salah satu anggota Satpol PP yang turut mendampingi kunjungan Kasi Pemtrantibum Karangmoncol, Pambajeng. R, S.Sos, Kamis (13 /1/2022).

Lebih lanjut, Purnawan mengatakan bahwa aerah Siregol ini merupakan satu-satunya akses terdekat jalan yang menghubungkan Desa Sirau menuju ke Kecamatan Karangmoncol sehingga jika terjadi longsoran jalan tentu dapat menghambat masyarakat menuju desa lainnya.

Sementara, Kasi Pemtrantibum Kecamatan Karangmoncol, Pambajeng. R, S.Sos mengatakan, semenjak dirinya ditugaskan di Karangmoncol per 3 Januari 2022, baru kali ini melakukan kunjungan ke daerah rawan bencana tanah longsor siregol.

“Kami ingin mengetahui secara langsung kondisinya seperti apa dampak dari adanya tanah longsor beberapa hari yang lalu. Daerah ini terasa sangat nyaman dan alami, namun sayangnya sering terjadi bencana alam tanah longsor,” ungkapnya.

Menurutnya, perlu adanya penanganan bukan hanya perbaikan saja, namun juga adanya penyelesaian dari berbagai pihak baik masyarakat maupun pemerintah daerah setempat.

“Hal ini perlu karena jika masih sering terjadi longsor tentu kasihan masyarakat ataupun pengguna jalan karena akses transportasinya jadi terhambat,” ujarnya.

Berkaitan penanganan bencana alam, Kepala Desa Sirau, Dirun mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait sudah mengatasi bencana alam ini sejak sekitar 10 hari yang lalu dengan cara membuka kembali akses jalan yang tertimbun longsoran material dari pegunungan.

“Kami sudah melakukan kerja bakti dengan melibatkan warga masyarakat, Polri, TNI, BPBD, Kokam, Banser, Pemuda Pancasila dan lainnya, namun hingga saat ini masih belum selesai secara sempurna sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga mendatangkan alat berat untuk membersihkan sisa-sisa material berupa batuan maupun tanah,” tuturnya.

Diperkirakan kurun wakti tiga hari kedepan sudah lebih rapi dan mudah untuk lalu lintas sehingga sarana transportasi menjadi lancar

“Kami meminta kedepan petani tidak lagi menggarap lahan dengan tanaman kapulaga ataupun tanaman untuk bahan produksi sapu, namun cukup ditanami tanaman buah tahunan saja seperti durian, alpukat, maupun rambutan dengan maksud lebih kuat akarnya untuk menahan tanah agar dapat mengurangi terjadinya longsor sekaligus bisa untuk lahan penghasilan masyarakat,” pungkasnya. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *