04/09/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kurangi Jumlah Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir, RSUD Banyumas Luncurkan JUNEK

BANYUMAS (BANYUMAS POS) – Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Banyumas sebagai salah satu rumah sakit PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif) di Kabupaten Banyumas memberikan pelayanan 24 jam kepada masyarakat.

Obstetri Neonatal ini sering menjadi penyebab kematian ibu dan bayi. Oleh sebab itu, RSUD Banyumas meluncurkan JUNEK “Juguran Ponek” yang bertujuan untuk mengurangi jumlah angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Juguran yang dalam bahasa Banyumas memiliki arti “ngobrol santai”.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono Melauching JUNEK pada Jumat (3/10/2021) di Pendopo Sipanji Purwokerto.

Direktur RSUD Banyumas, dr. Dani Esti Novia menyampaikan, pihaknya terus melakukan inovasi sesuai perintah Bupati Banyumas, Achmad Husein untuk memberikan kemudahan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Banyumas.

“Nantinya inovasi ini akan sangat bermanfaat bagi RSUD Banyumas pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Banyumas yang akan menikmati pelayanan di RSUD Banyumas,” katanya.

dr. Novita Sabjan selaku Inovator dari program JUNEK ini menjelaskan bahwa tujuan program JUNEK untuk meningkatkan dan mengoptimalkan peran RSUD Banyumas sebagai salah satu Rumah Sakit Ponek di Kabupaten Banyumas sehingga harapannya bisa ikut menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Banyumas.

Lanjut Novita, JUNEK lebih banyak bersifat diskusi formal maupun non formal yang bertujuan mencari solusi bersama antara Manajemen dan Tenaga medis.

“Apabila ada permasalahan di bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat, nantinya bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang telah dilakukan agar lebih signifikan,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono berharap dengan adanya inovasi “JUNEK” ini bisa menjadi forum komunikasi Ponek RSUD Banyumas yang digunakan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi secara rutin dan real antara Klinisi, Manajemen dan Stakeholder terkait. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *