13/09/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

KPAI Prihatin Pelaku Kasus Kekerasaan Seksual di Banyumas Masih Dibawah Umur

BANYUMAS (BANYUMAS POS) – Kasus perbuatan tidak senonoh terhadap balita yang terjadi di Banyumas menjadi sorotan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI RI). KPAI Soroti Kasus Kekerasaan Seksual pada Balita di Banyumas

Beberapa minggu lalu tepatnya, Sabtu (14/8) terjadi kasus percabulan anak terjadi di Banyumas. Ironisnya, pelaku pencabulan juga masih dibawah umur.

Tidak terima anak diperlakukan tidak senonoh, Damar Nurani selaku orang tua korban NY warga Kecamatan Sokaraja, Banyumas langsung melaporkan WS ke pihak berwajib.

Saat itu Polisi langsung mengamankan pelaku berinisial WS (16) remaja asal Kecamatan Kalibagor, Banyumas yang berbuat tidak senonoh terhadap gadis cilik yang masih berusia 3 tahun berinisial NY.

Lebih lanjut, pelaku tersebut melakukan aksinya saat korban bermain ke rumah neneknya yang berdekatan dengan tempat tinggal pelaku.

Wakil Ketua KPAI Banyumas, Rita Pranawati yang mengetahui kasus ini merasa prihatin karena usia korban yang masih 3 tahun dan pelaku masih berstatus pelajar SMA.

“Terkait dengan kasus pelecehan seksual yang menimpa anak dibawah umur di Banyumas oleh pelajar berusia 16 tahun, tentu situasi ini sangat memprihatinkan,” ujarnya, Senin (13/9/2021).

Rita juga menyayangkan karena perbuatan tidak senonoh terhadap anak dibawah umur ini terjadi dalam satu lingkungan bermain korban. Tempat tinggal pelaku diketahui tidak begitu jauh dari balita yang menjadi korban.

Ia menambahkan, korban mungkin belum mengerti betul apa yang terjadi sehingga, perlu mendapat dukungan dan rehabilitasi agar masa depan korban tidak dihantui trauma masa lalunya.

“Ini tidak mudah bagi anak korban karena masih anak kecil, belum mengerti apa yang terjadi. Dan lebih pada situasi, yang ketahuan pertama adalah kekerasan fisik dialami. Dia merasakan secara fisik dan dampaknya tentu bisa ke psikologis. Bagaimana kemudian anak nanti bisa tumbuh dengan baik,” katanya.

Kasus pelecehan seksual anak dibawah umur ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Banyumas. Rita mengimbau, proses peradilan harus diperhatikan sesuai UU sistem peradilan pidana anak.

“Pelaku ini sebenarnya berusia lebih dari 14 tahun, tetapi masih usia anak. Maka dari itu proses hukumnya harus sesuai dengan UU sistem peradilan pidana anak,” tandasnya.

Sementara, orang tua korban, Damar Nurani berharap agar kejadian yang menimpa putrinya tidak terjadi kepada yang lain. Ia menginginkan pelaku agar mendapat ganjaran yang setimpal.

“Saya ingin jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi di Banyumas, makanya saya ingin pelaku diberi ganjaran yang setimpal karena membuat anak jadi takut dan trauma,” ungkapnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *