03/09/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Korwil Karangmoncol Gelar Workshop Review KTSP SD Negeri Sirau

PURBALINGGA (BANYUMAS POS) – Pemaparan Review KTSP Sekolah Dasar SD Negeri1 Sirau , SD Negeri 2 Sirau dan SD Negeri 3 Sirau, untuk Tahun Pelajaran 2021 / 2022. Korwil Kecamatan Karangmoncol Dindikbud Purbalingga Jawa Tengah terlaksana dengan baik.

Hal itu disampaikan oleh salah satu peserta Workshop, guru SD Negeri 1 Sirau, M. Iqbal dalam kegiatan Workshop Review KTSP SD Negeri Sirau yang diselenggarakan Korwil Karangmoncol, Dindikbud Purbalingga di SD Negeri 2 Sirau, Kamis (2/9/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Korwil Karangmoncol, Purwanto, Kepala Sekolah, para guru dari SD Negeri 1, 2 dan 3 Sirau, Komite Sekolah, dan juga para penjaga sekolah.

Dalam kesempatan itu, Kepala SD Negeri 1 Sirau, Hadi Siswoyo memaparkan tentang KTSP Review. Ia menyampaikan bahwa SD Negeri 1 mempunyai visi dan misi yang telah terprogramkan dalam KTSP secara lengkap.

“Visi SD Negeri 1 Sirau yaitu “Terdidik, Berbudaya, Berbudi Pekerti Luhur, Mandiri dan Partisipatif,” imbuhnya.

Kepala SD Negeri 2 Sirau, Mukti Hartini berharap agar korwil dalam hal ini berkenan memberikan pembinaan kepada semua dewan guru agar kinerjanya semakin meningkat sesuai dengan tupoksinya.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa SD Negeri 2 Sirau mempunyai Visi dan Misi, adapun Visinya yaitu “Membangun Peserta Didik yang Barprestasi Berakhlak Mulia dan Berbudaya.”

Sementara itu, Kepala SDN 3 Sirau, Wadiman berpesan agar saat pemaparan, para guru dapat mencermatinya agar kedepannya dapat selalu meningkatkan kualitas pendidikan dan semakin lebih baik.

Sedangkan Korwil Karangmoncol, Purwanto saat melakukan pembinaan terhadap para Kepala SD dan guru serta penjaga sekolah menyampaikan beberapa hal antara lain, bahwa KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan setiap tahun harus direview dan diperbaiki karena kurikulum ini bersifat dinamis mengikuti perkembangan zaman.

“Saat sebelum tanggal 16 Maret 2019 belum pandemi, KTSP kita adalah KTSP Nasional, tapi begitu pandemi KTSP kita menyesuaikan dengan keadaan,” terangnya.

Pembelajaran secara PJJ, lanjutnya, harus tercantum di kurikulum KTSP saat ini. Maka harus ada perbaikan jam belajar, kemudian bagaimana ekstrakulikulernya. “Bahkan tahun kemarin tidak boleh ada kegiatan sama sekali tidak ekstrakulikuler maka perlu ada perbaikan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan KTSP selama satu tahun tertuang dalam analisis dalam mereview KTSP seharusnya dihadiri oleh Kepala Sekolah, guru, penjaga sekolah, Komite, dan Tokoh Masyarakat yang diperlukan untuk memberi sumbangsih terhadap perbaikan kurikulum.

“Karena pada dasarnya kurikulum adalah apa yang harus dilaksanakan oleh sekolah dalam satu tahun ini, berkaitan dengan edukasi,” pungkasnya. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *