04/11/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Komisi D, BPBD dan BBWS Citanduy Tinjau Penanganan dan Penanggulangan Bencal di Kecamatan Wanareja

CILACAP (BANYUMAS POS) – Beberapa kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah Kecamatan Wanareja, mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi D DPRD Cilacap yang membidangi kesejahteraan rakyat (kesra) bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan Kalakhar BPBD Cilacap meninjau langsung penanganan dan penanggulangan bencana alam di wilayah Kecamatan Wanareja.

Camat Wanareja, Muhammad Najib dalam kesempatannya memaparkan titik-titik lokasi bencana alam yang terjadi di wilayahnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh Kepala Desa (Kades) di wilayahnya agar mengajak warganya untuk memperhatikan lingkungan masing masing karena saat ini situasi cuaca yang cukup ekstrim.

“Kepada para Kades dan masyarakat diharapkan selalu waspada mengingat cuaca belakangan ini ekstrim,” ujar Najib.

Ketua Komisi D DPRD Cilacap, Didi Yudi Cahyadi mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian bencana alam yang menimpa di beberapa desa di wilayah Kecamatan Wanareja khususnya di Desa Limbangan.

Dia juga berpesan kepada seluruh kades untuk memperhatikan lingkungan sekitar dan melakukan beberapa langkah guna mengantisipasi terjadinya bencana alam.

“Saya berpesan kepada para kades dan masyarakat harus serta waspada dan memperhatikan lingkungan sekitar, sebagai langkah antisipasi memasuki musim hujan dan cuaca yang cukup ekstrim. Silakan para kades untuk memperhatikan, menyimak dan bila perlu tanyakan karena ini untuk kepentingan kita bersama,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Wijonardi mengatakan, saat ini seluruh pihak harus waspada dan mengantisipasi bahaya dampak dari badai la lina hidro.

Dia menyampaikan bahwa La lina Hidro diperkirakan terjadi sampai Februari 2022, hal ini ditandai dengan tingkat volume atau kecurahan hujan yang cukup tinggi yaitu dari 200 sampai 500, demikian pula untuk volume petir di Cilacap lebih besar di dunia setelah India.

“Saya mohon kerjasamanya kepada para Kades untuk memperhatikan lingkungan di masing-masing wilayah guna meminimalisir akan dampak cuaca ekstrim. Untuk BBWS, saya harap harus segera melaksanakan mitigasi dan menginventarisir saluran air yang tersumbat. Kita lebih baik mencegah jangan menunggu sampai terjadi,” kata Wijonardi

Menanggapi hal tersebut, Kepala BBWS yang diwakili OP2 Kota Banjar, Yahya Yuswaliander mengajak kepada seluruh Kades di wilayah Kecamatan Wanareja untuk melakukan komunikasi kaitannya dengan saluran air.

Sebagai langkah awal, pihaknya sesegera mungkin akan melaksanakan survei dan akan mengupayakan langsung ditangani.

“Kami dari BBWS ada keterbatasan dan jangkauan, wilayah kami pun sangat luas, mohon maaf kalau semua nya tidak terlayani. Kami mohon kerja sama para kades untuk intens komunikasi dengan kami dari BBWS,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *