19/06/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Klaster Hajatan Bertambah, Kegiatan Hajatan di Cilacap Dihentikan Sementara

CILACAP (BANYUMAS POS) – Melonjaknya angka kasus aktif Covid-19, Pemkab Cilacap kembali mempertegas larangan kegiatan hajatan atau resepsi untuk sementara. Hal itu bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang saat ini mencapai 1114 kasus.

Hal itu dilakukan berdasarkan Instruksi Bupati (Inbup) nomor 15 tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan pengoptimalan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan.

Dalam Inbup disebutkan bahwa kegiatan hajatan/resepsi dihentikan sementara. Untuk akad nikah, pemberkatan nikah, dan acara sejenisnya selanjutnya tetap diijinkan, namun dilaksanakan paling banyak di hadiri 30 orang dengan membawa bukti negatif rapid antigen atau PCR Covid.

Selain itu, menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) lebih ketat dengan durasi waktu pelaksanaan dua jam.

Sekretaris Daerah Cilacap Farid Ma’ruf mengatakan, untuk zona merah tidak boleh ada hajatan, tidak boleh ada kegiatan, dan tempat umum dibatasi 50 persen, seperti PKL di alun-alun berjualan bergantian dengan sistim undian ganjil genap.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Cilacap agar tidak bepergian ke wilayah zona merah, karena bisa berdampak kepada penyebaran Covid-19 yang semakin meluas,” ujarnya, Jumat (18/6/2021).

Sementara itu, Kapolres Ciilacap AKBP Leganek Mawardi mengatakan, hasil evaluasi dari Satgas Covid Kabupaten Cilacap, banyak terjadi penularan Covid dari klaster hajatan dan kian bertambah.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada masyarakat di Cilacap agar lebih disiplin dalam menerapkan Protokol kesehatan (Prokes).

“Saya harap kepada masyarakat yang akan melaksanakan hajat, baik itu arisan, reuni, kawinan dan lainnya, tolong dipatuhi, sayangi keluarga, lingkungan, mari sama-sama menjaga dan memerangi virus corona ini,” pungkasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Cilacap, tercatat, jumlah kasus Covid di Cilacap mencapai 13.659 kasus, dengan rincian, 1.114 kasus aktif, 12.038 sembuh dan 507 meninggal dunia.

Lebih lanjut, dari jumlah kasus aktif tersebut didominasi oleh klaster keluarga dan klaster hajatan. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *