03/04/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kemenag Cilacap Gelar Sosialisasi Sertifikasi Halal Produk Makanan dan Minuman

CILACAP (BANYUMAS POS) – Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap menggelar Sosialisasi dan edukasi Sertifikasi Halal produk makan dan minuman diikuti para pelaku UMKM, Sabtu (3/4/2021) di salah satu cafe di Cilacap.

Berdasarkan Undang-Undang no 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal, saat ini ada perubahan mekanisme dan prosedur sertifikasi halal. Oleh karena itu, sosialisai sangat perlu dilakukan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Cilacap Imam Thobroni mengatakan, sebelumnya sertifikasi dikeluarkan oleh MUI, namun sekarang ada di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.

Imam menambahkan, pihaknya sudah membentuk Satgas Halal, yang bertugas mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar memiliki mindset sadar halal untuk jenis produk makanan, minuman dan obat-obatan.

“Halal menjadi persyaratan jaminan makanan dan minuman secara syar’i, ke depan halal ini akan menjadi branding makanan dan minuman untuk melindungi masyarakat dijamin secara syar’i dan undang-undang,” ungkapnya.

Masyarakat nantinya tidak lagi ragu-ragu dari sisi kehalalan serta legalitas produk karena sudah ada jaminannya.

Menurut Imam, syarat kehalalan suatu produk dapat dilihat dari zat yang terkandung di dalamnya, cara memperolehnya, asal produknya dari berlabel halal atau bukan, cara mengolahnya, dan cara mengemasnya.

“Secara bertahap Satgas Halal akan menggandeng produsen makanan dan minuman di Cilacap, seperti Perkumpulan Produsen dan Pedagang Keliling (Pedaling) dan PAPDESI (Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Cilacap,” terangnya.

Lebih lanjut, saat ini sudah menyasar sekitar 200 UMKM dengan tujuan agar ditahun 2024 semua UMKM di Cilacap sudah memiliki sertifikat halal.

Pihaknya berharap kepada Pemda agar dapat menganggarkan secara khusus kepada UMKM untuk penguatan peneguhan dan legalitas kehalalan dikarenakan saat ini masih banyak UMKM yang masih terkendala mengurus sertifikat halal karena belum memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha). (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *