20/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kejari Purbalingga Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa di Desa Arenan

PURBALINGGA (BANYUMAS POS) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa di Aula Balai Desa Arenan, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Kamis (19/8/2021).

Dalam kegiatan menghadirkan dua narasumber yakni Kepala Seksi Intelejen, Indra Gunawan dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Tandyo Sugondo diikuti Kepala Desa Arenan, Ikhwono beserta Perangkat Desa dan lainnya.

Dalam paparannya, Kepala Seksi Intelejen Kejari Purbalingga, Indra Gunawan mengingatkan kepada Kepala Desa untuk memanfaatkan Dana Desa semaksimal mungkin untuk kepentingan bersama serta untuk kemakmuran dan kesejahteraan warga masyarakat.

“Dana Desa jangan sampai digunakan untuk kepentingan pribadi, lebih baik mencegah dari pada sampai terjatuh di liang korupsi, konsultasikanlah kepada kami, atau datang langsung ke Kejaksaan Negeri Purbalingga, tidak usah takut,” kata Kasi lntel.

Sementara, Kasi Pidana Khusus Kejari Purbalingga, Tandyo Sugondo menambahkan, korupsi itu adalah pengambilan suatu hak milik negara untuk kepentingan pribadi.

Tandyo menegaskan, Kades jangan sekali-kali pegang uang Dana Desa dan jangan coba-coba untuk menggunakan atau mengelola uang tersebut karena di Desa sudah ada yang berwenang untuk mengelola uang.

“Untuk teori hukum pidana itu simple. Orang tidak akan dipidana tanpa adanya kesalahan dan pidana itu ada proses yang disengaja atau tidak disengaja, para Perangkat Desa harus berhati-hati dalam menggunakan Dana Desa maupun alokasi Dana Desa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Arenan, Ikhwono menanyakan terkait tentang tindak pidana korupsi. Ia meminta penjelasan dari pihak Kejaksaan terkait dengan penyimpangan korupsi yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kasi Pidsus memberikan jawaban dengan memberi contoh, perencanaan membelikan semen, namun tidak mengetahui harganya.

“Jadi kesalahan bukan karena niat, tetapi dikarenakan kelemahan pengadministrasiannya. Jika disengaja jelas memang ada kesalahan, namun kalau tidak disengaja, berarti ada kelemahan dalam pengadministrasian,” ujar Kasi Pidsus. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *