24/12/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kejari Cilacap Tahan Kades Kesugihan Kidul, Kasus Korupsi APBDes

CILACAP (BANYUMAS POS) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap mengamankan dan menetapkan AM (39) Kepala Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah sebagai tersangka kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBDes) tahun anggaran 2013 hingga 2020.

Penetapan tersangka berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh Kejari Cilacap NOMOR : Print-228/M.3.17/Pd.1/12/2021 tertanggal 20 Desember 2021.

“AM terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp 607 juta,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus, Sonang Simanjuntak didampingi Kasi Intel Dian Purnama kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).

Lebih lanjut, dikatakan Sonang, uang tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum Kades tersebut untuk memperkaya diri sendiri.

Untuk penahanan yang dilakukan oleh Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Cilacap berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Print-229/ M.3.17/Fd.1/12/2021 dengan jenis penahanan rutan selama 20 hari sejak tanggal 23 Desember 2021 hingga 11 Januari 2022 di Lapas Cilacap.

Terkait adanya tersangka lain yang terlibat, diungkapkan Sonang bahwa Jaksa penyidik masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif dan menunggu hasil penyelidikan.

Lebih jauh, guna kepentingan penyidikan sebagai tersangka, AM Kades Kesugihan Kidul aktif kini ditahan di Lapas Cilacap hingga 20 hari kedepan.

AM dijerat dengan UU Korupsi Kesatu Primair pasal 2 ayat (1) Subsidair pasal 3 atau Kedua: Pasal 8 Jo ayat 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 ssbagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Bila terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan penyimpangan dana APBDes, AM terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara,” tegas Sonang.

Sementara kuasa hukum AM, Sarijo mengatakan bahwa pihaknya sebagai pendamping hukum akan mengikuti proses hukum yang akan dijalankan.

“Prinsipnya sebagai warga negara yang baik, kami akan mengikuti proses hukum yang baik, dan nanti akan dibuktikan dipersidangan,” jelas Sarijo.

Sedang tersangka AM sebelum dijebloskan ke penahanan menegaskan bahwa semua yang dilakukan untuk kepentingan di Desanya.

Menurutnya, semua sudah sesuai prosedur dan ada kegiatan yang dilakukan. Bahkan diakui selalui melebihi volume. Soal sangkaan terhadap dirinya diakui hanyalah kesalahan sistem regulasi.

“Semua kegiatan yang kami lakukan didesa ada, dan desa tanpa ada keberanian dalam pembangunan tidak akan tercapai kemajuan, saya disangkakan karena sistem regulasi saja,” katanya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *