14/12/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kejari Brebes Tahan Seorang Kades Korupsi Dana Desa (DD) TA 2019

BREBES (BANYUMAS POS) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes Menahan seorang kepala Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Jawa tengah pada Jumat, (10/12/2021) lalu.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Brebes, Naseh saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya membenarkan bahwa kades Bangsri sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka dan dilakukan penahanan atas dugaan korupsi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2019.

“Kami Kejari Brebes menahan seorang tersangka dugaan korupsi Dana-Desa (DD) berinisial (DFS) karena untuk mengindari hal yang tidak di inginkan terjadi, seperti melarikan diri dalam proses penyidikan dan menghilangkan alat bukti serta mangkir dari pemeriksaan penyidikan pihak jaksa penyidik Kejari Brebes,” ujarnya Selasa (14/12/2021).

Dari proses penyelidikan dan penyidikan sudah berjalan setahun lebih, kami juga sudah memeriksa 15 saksi dari unsur perangkat desa dan kelembagaan desa Bangsri kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes dan lagi satu orang saksi ahli, dalam pengelolaan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019 Desa Bangsri di duga kuat telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 101.820.000,-.

Dari jumlah diatas, yang pertama adalah meliputi anggaran Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) sebesar Rp 62.174.000,-. Kemudian kedua anggaran Kegiatan Pelatihan MS Office Bagi Perangkat Desa sebesar Rp 22.646.000,-. Ketiga adalah sisa anggaran pembelian mobil siaga Desa Bangsri sebesar Rp 17.000.000,- yang sedianya dana itu untuk biaya modifikasi mobil siaga Desa Bangsri.

Atas perbuatan tersangka, dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi serta pasal 3 Jo pasal 18 undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Saat ini tersangka sudah kami tahan dititipkan di lembaga pemasyarakatan LP kelas IIB Brebes dan berkas perkaranya sudah kami limpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang Jawa Tengah pada hari Senin 13 Desember 2021,” pungkasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *