11/11/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kejaksaan Negeri Kebumen Tahan Mantan Kades dan Sekdes Desa Bagung, Prembun

KEBUMEN (BANYUMAS POS) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen melakukan penahanan terhadap 2 orang tersangka, masing-masing mantan Kades dan mantan Sekretaris Desa Bagung, Kecamatan Prembun.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kebumen, Fajar Sukristyawan melalui Kasi Pidsus Kejari Kebumen, Budi Setyawan mengatakan, penahanan terhadap 2 tersangka karena dugaan penyimpangan dana pemberian santunan kepada keluarga miskin kegiatan fasilitas pemberian bantuan pemugaran rumah rumah tangga miskin pada Desa Bagung Kecamatan prembun Kabupaten Kebumen tahun 2017 silam.

Budi Setyawan menyampaikan, penahanan dilaksanakan kepada Tersangka TA yang merupakan Kepala Desa Bagung periode tahun 2017 dan tersangka AP yang merupakan Plt Sekretaris Desa Bagung tahun 2017. “Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Kebumen. Ini terhitung mulai 11 November 2021 hingga 30 November 2021 mendatang,” tuturnya.

Dalam pemeriksaan tersebut Para tersangka dilakukan penahanan dikarenakan dikawatirkan menghilangkan barang bukti mengulangi tindak pidana dan atau melarikan diri.

Penahanan dilakukan kepada ada tersangka TA yang merupakan Kepala Desa Bagung periode tahun 2017 dan tersangka AP yang merupakan PLT Sekretaris Desa Bagung tahun 2017, Tersangka diduga melanggar pasal 2 ayat 1 itu atau pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi.

Disampaikan pula, dalam pemeriksaan Tersangka AP didampingi oleh Penasehat Hukumnya yakni Widyantoro dan Umi Mujiarti. Sedangkan Tersangka TA didampingi oleh Penasehat Hukumnya yakni Anggoro Budi Setiawan SH. “Para tersangka dilakukan penahanan dikarenakan dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, mengulangi tindak pidana dan atau melarikan diri,” katanya.

Budi juga menjelaskan kedua tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Kegiatan tersebut diatas diduga fiktif yaitu dana dicairkan, namun kemudian tidak diserahkan kepada penerima manfaat.

“Penyidikan terhadap perkara tersebut dilakukan berdasarkan surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kebumen Nomor 05/M.3.25/Fd.1/10/2021 tanggal 22 Oktober 2021,” tandasnya.

Budi menambahkan, perkara tersebut berawal dari adanya laporan 12 orang penerima manfaat. Laporan disampaikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kebumen yang menyatakan bahwasanya belum pernah menerima bantuan. Padahal informasi dana desa terkait dengan kegiatan tersebut telah cair.

“Para penerima manfaat komplain dan merasa keberatan karena dana tidak diserahkan dalam bentuk dana maupun dalam bentuk bahan bangunan. Bantuan perorang Rp 10 juta. Dugaan kerugian Rp 120 juta,” pungkasnya. (Lia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *