11/01/2022

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Cilacap Tahun 2021 Turun, Angka Tinggi Kasus Persetubuhan

CILACAP (BANYUMAS POS) – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB PP PA) mencatat kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Cilacap selama tahun 2021 sebanyak 83 kasus.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB PP PA) Kabupaten Cilacap, Budi Santosa saat ditemui mengatakan, dari beberapa jenis kasus di Cilacap, angka tertinggi adalah kasus persetubuhan sebanyak 41 kasus.

“Yang sangat disayangkan, pelaku justru ayah kandung korban. Adapun pelaku yang merupakan ayah tiri dari korban. Selain itu, untuk pelaku kekerasan sendiri masih didominasi oleh orang-orang terdekat korban,” ucapnya, Senin (10/1/2022).

Lebih lanjut, Budi menyampaikan, terkait kasus persetubuhan tersebut, paling banyak terjadi di dua Kecamatan yaitu Cilacap Utara dan Cilacap Tengah. Masing-masing sebanyak 14 kasus.

Adapun kasus lainnya antara lain pencabulan sebanyak 19 kasus, kuasa asuh, KDRT, bullying dan penelantaran anak masing-masing 2 kasus. Kemudian kasus kekerasan terhadap anak (KTA) sebanyak 1 kasus, pelecehan seksual 6 kasus dan lain-lain sebanyak 8 kasus.

Budi mengatakan, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi di Cilacap di tahun 2021 cenderung menurun dan jumlah korban pun menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 147 turun menjadi 102 korban di tahun 2021.

“Selama setahun lalu kita berupaya untuk menurunkan angka kekerasan dengan turun ke desa-desa melakukan penyuluhan perlindungan anak khususnya kepada orang tua untuk menggugah kembali peran orang tua terhadap anak,” ungkapnya.

Ia berharap angka kekerasan di Cilacap semakin menurun bukan karena tidak terungkap, tapi karena memang ada kesadaran dari para orang tua untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Sementara itu, pihaknya membuka Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau P2TP2A Citra sebagai layanan untuk membantu masyarakat bilamana terjadi kasus kekerasan. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *