08/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kapolri Perintahkan Jajaran Jaga dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

JAKARTA (BANYUMAS POS) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini mencapai 7,07% pada kuartal ke II tahun 2021.

Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui Kabareskrim, Komjen Pol Agus Andrianto menerbitkan surat telegram dalam rangka menjaga dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan kuartal IV tahun 2021.

Surat telegram bernomor ST/1590/VIII/OPS.2./2021 yang ditujukan kepada para Kapolda agar memerintahkan Direskrimum dan Direskrimsus untuk melanjutkan dan meningkatkan komunikasi, kolaborasi dan koordinasi dengan BPKP, Kejaksaan dan BPK RI di wilayah masing-masing.

Dalam surat telegram tersebut, Kapolri memerintahkan untuk melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap realisasi belanja daerah (APBD) melalui koordinasi dan komunikasi dengan pemda untuk meningkatkan penyerapan anggaran.

Selanjutnya, pemantauan, pengawasan, pendampingan dan asistensi terhadap pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional yakni dalam realisasi program dan penyerapan anggaran Perlinkes, Perlinsos, program prioritas, dukungan UMKM dan koorporasi serta insentif usaha.

Kemudian mendukung kebijakan Pemerintah terutama dalam rangka percepatan perizinian berusaha untuk menjaga iklim investasi dan memberikan rasa aman kepada para investor yang akan dan yang telah berinvestasi diwilayah masing-masing.

Dan menghindari tindakan penegakan hukum yang kontra produktif sehingga menghambat upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Komjen Agus membenarkan surat telegram tersebut untuk menjaga dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kwartal III dan IV tahun 2021.

“Polri mendukung penuh pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Komjen Agus, Sabtu (7/8/2021).

Lebih lanjut, Komjen Agus mengatakan bahwa jajaran Polri harus menjadi bagian dari penyelesaian masalah, bukan penyebab timbulnya masalah yang menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2021 mencapai 7,07%. Hal ini ditunjang dari belanja Pemerintah, konsumsi, investasi, ekspor dan sektor manufaktur. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *