08/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kades Panikel Klaim Tanah Perhutani, Asper BKPH Rawa Timur Tegaskan Tidak Benar

CILACAP (BANYUMAS POS) – Tanah milik Kementrian Kehutanan yang dikelola oleh KPH Perhutani Banyumas Barat di wilayah BKPH Rawa Timur, tepatnya di petak 28 dan 29 diduga akan dikuasai dan di klaim oleh Kepala Desa Panikel, Kecamatan Kampunglaut, Kabupaten Cilacap, Sumaryo.

Pasalnya, Sumaryo mengklaim bahwa tanah di wilayah BKPH Rawa Timur tersebut milik Desa Panikel. Selain itu, menurut informasi, Kades Panikel tersebut juga telah memasang patok di area tanah milik Perhutani tersebut.

Sementara itu, pihak Desa Panikel tidak memiliki bukti SPPT maupun sertifikat resmi yang bisa membuktikan bahwa lahan tersebut milik Desa Panikel. Kades Panikel juga tidak mau mengakui adanya LMDH yang berada di Desanya serta tidak mau menandatangani pengesahan Ketua LMDH Desa Panikel yang kini dijabat oleh Sapon.

Atas tindakan Kedes Panikel tersebut yang mengklaim tanah tersebut milik Desa Panikel, membuat resah para petani penggarap di sekitar lahan perhutani. Dikhawatirkan, nantinya dapat memicu konflik yang lebih besar antar warga masyarakat yang berada di area lahan Perhutani tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Asper BKPH Rawa Timur, Tarsono angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tanah timbul yang diklaim oleh Kades Panikel tersebut tidaklah benar.

“Kaitannya dengan pengakuan tanah timbul disana, menurut kami tampak jelas salah karena data yang ada di Perhutani sangat lengkap, kuat dan sah,” kata Asper BKPH Rawa Timur, Tarsono, saat ditemui dikantornya, Senin (2/8/2021) lalu.

Menurutnya, yang dilakukan Kades Panikel dengan memasang patok di area tanah tersebut jelas salah dan melanggar aturan. Dengan dasar dan bukti yang dimiliki oleh Perhutani, lahan tersebut sah dan sangat jelas milik KPH Perhutani Banyumas Barat.

“Yang jelas antara batas tanah timbul dan tanah perhutani di wilayah Desa Panikel sudah ada batasnya atau tokdam. Di sebelah tokdam ada kawasan perhutani. Batas-batasnya pun sudah jelas,” ujarnya

Lanjutnya, tidak mungkin Perhutani mengaku tanah milik orang lain apalagi tanah milik, sangat tidak mungkin. “Justru tanah milik Perhutani disekeliling kawasan tersebut dicorok oleh warga sekitar. Ada yang sampai 1 meter, bahkan ada yang sampai 5 meter,” tandasnya.

Tarsono menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah melayangkan surat kepada Kades Panikel, Sumaryo untuk dapat memberikan balasan bukti otentik kalau memang lahan tersebut dianggap lahan milik Desa Panikel, namun tidak pernah memberikan bukti maupun jawaban tertulis. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *