20/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Kabupaten Cilacap Sukses Tekan Kasus Covid-19, Ini Penjelasannya

CILACAP (BANYUMAS POS) – Kabupaten Cilacap dinilai sukses menekan jumlah kasus positif Covid-19. Setelah sempat menembus tiga ribuan kasus, per Kamis (19/8/2021) jumlah kasus di Cilacap kini berhasil ditekan hingga 800 kasus.

Hal tersebut terungkap dalam talkshow Tribun Forum yang digelar media nasional Tribunnews.com secara virtual. Acara bertema “Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi” tersebut menghadirkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji secara virtual.

Turut serta Walikota Pekalongan, Afsan Arsian Djunaid, Bupati Demak, Eisti’anah, Rektor terpilih UNIKA, Dr. Ferdinand Hindiarto, Direktur Sidomuncul, Irwan Hidayat, Plt Pimpinan BIN Kantor Wilayah 5 Semarang, dan Pemilik Kepala Manyung Bu Fat, Teguh Sutrisno.

Bupati mengatakan, keberhasilan Kabupaten Cilacap dalam menekan Covid-19 dapat tercapai melalui sejumlah program. Yakni dengan melibatkan Forkopimda, Pejabat dan OPD-OPD untuk terjun langsung ke lapangan melalui 24 Binaan Wilayah (Binwil) sesuai jumlah kecamatan di Kabupaten Cilacap.

Menurut Bupati, PPKM memberikan peran penting juga dalam penurunan kasus lebih dari 50% ini, bahkan keterisian BOR tinggal 25%.

“Jangan sampai karena covid ekonomi hancur, ekonomi lemah karena banyak yang terpapar dan semua akan lumpuh karena covid. Toko dan pasar harus tetap berjalan dengan prokes.” ujar Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, Pramesti Griana Dewi, Kepala Dinas Kominfo, M. Wijaya dan Kepala DPKUKM, Umar Said.

Lanjut Bupati, Pemerintah juga bertanggung jawab memberikan pemahaman mengenai Covid-19 dan bahayanya, meluruskan hoaks, mengimplementasikan Jogo Tonggo, serta mengirimkan dokter untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pada tingkat provinsi, Gubernur Jawa Tengah mulai hari ini memerintahkan kepada tiap OPD untuk peduli pada kondisi sektor masing-masing.

“Contohnya menghitung berapa anak yatim piatu yang ditinggal meninggal orangtuanya karena covid. Ada 7000 lebih yang sudah terdaftar, hanya kurang 3 atau 4 kabupaten saja yang belum memasukkan,” ungkapnya.

Selain itu, khusus pada sektor ekonomi, perlu adanya data mengenai jumlah UMKM terdampak pandemi.

“Untuk membangkitkan ekonomi di masa pandemi perlu adanya entrepreneur-entrepreneur baru, memperkuat sektor permodalan, memberikan edukasi dan akses dagang bagi pelaku UKM yang lebih luas,” pungkasnya. (Gal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *