15/08/2021

Banyumas Pos

Cablaka-Optimis-Berani

Istri Bupati Cilacap Buka Kedai Kopi Gratis, Timbulkan Kerumunan

CILACAP – Istri Bupati Cilacap yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Golkar, Tetty Rohatiningsih buka kedai kopi gratis di Alun-alun Cilacap usai bersepeda santai dengan suaminya Tatto Suwarto Pamuji selaku Bupati Cilacap bersama masyarakat Cilacap.

Kedai kopi tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya digelar Minggu, (15/08/2021) pagi di saat masyarakat ramai berolahraga dan bermain di Alun-alun Cilacap, sehingga banyak masyarakat yang mengetahui siapa Tetty.

Diduga hal itu dilakukan sebagai ajang kampanye, karena menurut informasi, Tetty akan maju sebagai Calon Bupati pada bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Namun dengan membuka kedai kopi gratis di tempat keramaian di tengah perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ditengarai menimbulkan kerumunan dan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan di tengah PPKM tentunya melanggar aturan Protokol kesehatan.

Disisi lain, PPKM diperketat, baik hajatan hiburan maupun yang lainnya yang menimbulkan kerumunan dibubarkan dengan dalih melanggar aturan. Ironisnya, dalam kegiatan tersebut, terlihat beberapa anggota Satpol PP Cilacap yang tengah berada di lokasi, namun tidak berusaha untuk membubarkan.

Seharusnya, hukum tidak tebang pilih, jangan hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, ibaratnya jika masyarakat kecil seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melakukan aparat langsung membubarkan dan dikenai sanksi, namun jika yang melakukan pejabat, aparat terkesan diam saja.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap dari Fraksi Partai Nasdem, Cahyo Sasongko saat dimintai tanggapannya mengatakan, pihaknya meminta kepada pimpinan DPRD Cilacap untuk segera membuat surat teguran kepada Gugus Tugas.

Menurutnya, Kepolisian seharusnya tidak tebang pilih dalam menindak tegas setiap para pelanggar Protokol kesehatan.

“Siapapun yang melanggar protokol kesehatan baik itu ormas, parpol, ataupun kepala daerah harus ditindak tegas dan diberikan sanksi,” tegasnya, melalui sambungan telepon.

Cahyo menambahkan, sebenarnya kasus Covid-19 di Cilacap sudah mulai terkendali dan menurun. Namun karena kelalaian aparat dalam menghindari kerumunan, kasus kembali bertambah.

Untuk itu, ia menekankan harus cermat dalam menindak warga yang melanggar Protokol kesehatan maupun yang mengadakan acara dan menimbulkan kerumunan sehingga menyebabkan terciptanya klaster baru Covid-19.

“Jelas ini kesalahan besar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *